Home »

News

» Jakarta

Nekat Jadi Kurir Pil Inex untuk Beli Smartphone

Furqon mengaku nekat menjadi kurir lantaran dirinya berniat membeli HP Samsung Galaxy S8 yang ditaksir bernilai Rp 8.300.000.

Nekat Jadi Kurir Pil Inex untuk Beli Smartphone
Warta Kota/Rangga Baskoro
Furkon Nurhummaedi nekat menjual pil inex agar dapat membeli smartphone yang diidam-idamkannya. Ia ditangkap polisi di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Rabu (10/1/2018) sore. 

WARTA KOTA, CEMPAKA PUTIH --- Polsek Cempaka Putih mengamankan dua orang tersangka atas nama Furkon Nurhummaedi (25) dan Fajuli (22) karena tertangkap tangan menjadi kurir penjual narkoba berjenis ekstasi atau pil inex.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Suyatno menjelaskan, kejadian bermula saat dua pria yang berdomisili kawasan Senen tersebut hendak mengantarkan barang haram itu kepada seorang pembeli di kawasan Jalan Danau Sunter Barat, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (10/1/2018) sekitar pukul 17.30.

"Kami sudah mengincar gerak-gerik mereka sebelum tiba di lokasi. Sebelumnya, informasi kami dapat melalui pengembangan kasus peredaran narkoba pada tersangka yang sudah kami amankan. Mereka memang jaringan pengedar pil inex," ujar Suyatno saat dikonfirmasi, Kamis (11/1/2018).

BARANG bukti pil inex yang disita dari tersangka pengedar narkoba Furkon Nurhummaedi (25), yang ditangkap polisi di kawasan Jalan Danau Sunter Barat, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (10/1/2018) sore.
BARANG bukti pil inex yang disita dari tersangka pengedar narkoba Furkon Nurhummaedi (25), yang ditangkap polisi di kawasan Jalan Danau Sunter Barat, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (10/1/2018) sore. (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Saat tiba di lokasi, petugas yang sudah mengetahui ciri-ciri kedua pelaku langsung melakukan penyergapan ketika keduanya sedang menunggu calon pembeli di sebuah restoran.

Mereka berdua sempat berdalih, namun ketika dilakukan penggeledahan, petugas kepolisian menemukan satu paket plastik klip berisi 10 butir pil ekstasi atau inex bewarna orange berlogo Chanel yang dibungkus menggunakan lakban bewarna hitam.

"Barang tersebut diketahui milik tersangka satu (Furkon), sedangkan temannya mengaku hanya menemani saja," katanya.

Berdasarkan hasil interogasi, Furqon mengaku nekat menjadi kurir lantaran dirinya berniat membeli HP Samsung Galaxy S8 yang ditaksir bernilai Rp 8.300.000. Gaji Furqon yang biasanya bekerja serabutan tak mencukupi untuk membeli HP tersebut.

Keduanya sudah diamankan di Mapolsek Cempaka Putih untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 jo 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara. 

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help