Home »

News

» Jakarta

Minta Surat Keterangan untuk Bisa Terbitkan Sertifikat, Warga Kalideres Ditolak Kelurahan

"Jadi sebenarnya masalah tanah itu, memang sudah dari dulu sebelum saya menjabat Lurah Kalideres..."

Minta Surat Keterangan untuk Bisa Terbitkan Sertifikat, Warga Kalideres Ditolak Kelurahan
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Tanah seluas satu hektar di RT 11/06 yang masih girik, yang berada balik pintu pagar di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, ini ternyata bermasalah. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, KALIDERES -- Seorang pria paruh baya dan tinggal di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, Thio Yu Oh (70), mengaku dirinya ditolak pihak Kelurahan Kalideres, saat meminta surat PM-1 atau surat keterangan kelurahan, yang sebagai syarat guna dapat menerbitkan sertifikat tanah dari girik.

Ia mengatakan, saat ini tanah seluas 1 hektare yang diklaim miliknya yang berlokasi di wilayah Warung Gantung, Kalideres, Jakarta Barat, diketahui sudah banyak orang yang saat ini mengaku-ngaku pemilik tanah itu.

"Jadi begini tanah saya ini luasnya 1 hektare di RT 11/06 masih girik. Itu tanah saya sejak dulu memang. Nah, jadi ada orang mengaku-ngakui jika tanah milik saya itu tanah milik dia. Dia ini, punya sertifikat, tapi di sertifikatnya, jika tanah punya saya diklaim punya dia, tertulis di RT 03 RW 08. Padahal tanah saya di RT 11/06," papar Thio kepada awak media, Kamis (11/1/2018).

Tanah seluas satu hektar di RT 11/06 yang masih girik, yang berada di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, ini ternyata bermasalah.
Tanah seluas satu hektar di RT 11/06 yang masih girik, yang berada di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, ini ternyata bermasalah. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Dijelaskan Thio, berawal ia mengetahui adanya orang mengaku-ngaku tanah seluas 1 hektare itu milik seseorang berinisial PI, saat dirinya itu ingin menjual tanah tersebut.

Diketahui, jika PI memiliki sebuah pabrik gas yang kini berdiri di tanah tersebut.

"Saya mau menjual karena pembelinya itu ada. Sudah ada pembelinya. Eh, kok tau-tahu sudah ada orang yang ngaku-ngaku tanah itu milik PI ini. Saya protes dan memang saya mau ngurus ke Kelurahan mengubah girik ke sertifikat. Tapi saat saya mau mengurus, pihak Kelurahan pun enggan menandatangani dan memberikan PM 1 (Surat Keterangan Kelurahan) yang dimana sebagai syarat penerbitan sertifikat tanah saya ini. Enggak jelas maunya pihak Kelurahan, apa yang kurang tetapi kok enggak menjelaskan ya ke saya. Ada apa ini

Menurut Thio penolakan yang dilakukan pihak Kelurahan Kalideres disebabkan pihak dari RW belum menandatangi surat keterangan RT RW tersebut untuk diberikan ke pihak Kelurahan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang di Kelurahan Kalideres.

"Saya juga enggak mengerti, kenapa saat saya minta tanda tangan RW, si RW ini enggak mau tandatangan. Saya lalu jelaskan ke Kelurahan, tetapi pihak kelurahan menolak karena tak ada tanda tangan RW. Lalu, pihak Kelurahannya itu sama sekali tak mau mendengarkan dulu soal penjelasan kami," jelasnya.

Sementara Lurah Kalideres, Fahmi benarkan di kasus tersebut sudah diketahuinya.

Tanah seluas satu hektar di RT 11/06 yang masih girik, yang berada balik pintu pagar di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, ini ternyata bermasalah.
Tanah seluas satu hektar di RT 11/06 yang masih girik, yang berada balik pintu pagar di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, ini ternyata bermasalah. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Fahmi pun menceritakan terkait permasalahan seputaran tanah 1 hektare tersebut.

"Jadi sebenarnya masalah tanah itu, memang sudah dari dulu sebelum saya menjabat Lurah Kalideres. Dua tiga empat tahun lalu, tanah itu sudah jadi rebutan. Asal anda tahu saja, sudah ada sembilan orang lebih datang ke Kelurahan mengaku-ngaku jika tanah tersebut ialah milik mereka," katanya.

Ia mengatakan kembali, "Selain itu tanahnya di sana ya memang sudah tercetak sertifikatnya. Tanah itu sudah ada seritifkatnya. Masa iya ya, girik mau diubah lagi jadi sertifikat. Jadinya itu sertifikat double dong. Girik itu, masih abu-abu kalau menentukan lokasi mana yang benar itu tanahnya. Jadi bukan lurah yang nentuin tanah itu lokasinya dimana, tetapi Badan Pertanahan Negara (BPN). Sebab, sertifikatnya sudah ada," jelas Fahmi.

Fahmi menjelaskan kembali, ada seseorang ke Kelurahan Kalideres, juga dalam kondisi marah kepegawainya karena memaksakan agar surat keterangan (PM-1) diterbitkan.

"Orang yang punya girik (Thio) itu saya kesal di saat itu karena dia memarahi pegawai saya itu tidak sopan. Begini saja deh, percuma datangi Kantor Kelurahan, ini ada sembilan orang lebih mengaku-ngaku tanah itu milik mereka. Saran, mendingan mereka ke pengadilan saja dengan tujuan melakukan gugatan. Jangan ke sini lah. Kenapa saya tolak tanda tangan, ya karena itu tanah sudah ada sertifikatnya. Mau di giriknya tertulis RW 06, sementara di sertifikat tertulis RW 08 tetap saja yang benar itu sertifikat dong mas. Sebab, sertifikat itu denahnya sudah ada terukur. Kalau girik? Samar! Bisa saja tanahnya di RW lain," paparnya. (*)

Tanah seluas satu hektar di RT 11/06 yang masih girik, yang berada di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, ini ternyata bermasalah.
Tanah seluas satu hektar di RT 11/06 yang masih girik, yang berada di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, ini ternyata bermasalah. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Tanah seluas satu hektar di RT 11/06 yang masih girik, yang berada di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, ini ternyata bermasalah.
Tanah seluas satu hektar di RT 11/06 yang masih girik, yang berada di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, ini ternyata bermasalah. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Tanah seluas satu hektar di RT 11/06 yang masih girik, yang berada balik pintu pagar di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, ini ternyata bermasalah.
Tanah seluas satu hektar di RT 11/06 yang masih girik, yang berada balik pintu pagar di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, ini ternyata bermasalah. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Tanah seluas satu hektar di RT 11/06 yang masih girik, yang berada di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, ini ternyata bermasalah.
Tanah seluas satu hektar di RT 11/06 yang masih girik, yang berada di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, ini ternyata bermasalah. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help