WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Lanjutkan Kasus Reklamasi, Hari Ini Ditreskrimsus Polda Metro Periksa Kembali Kepala Badan Pajak DKI

Pemeriksaan kasus dugaan korupsi proyek reklamasi Teluk Jakarta terus bergulir.

Lanjutkan Kasus Reklamasi, Hari Ini Ditreskrimsus Polda Metro Periksa Kembali Kepala Badan Pajak DKI
KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA
Reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) memastikan bahwa pihaknya terus melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) reklamasi pulau Utara Jakarta.

Rencananya, Kamis (11/1/2018) pihaknya akan kembali memanggil Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Edi Sumantri.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan mengatakan kalau pemeriksaan kasus dugaan korupsi proyek reklamasi Teluk Jakarta terus bergulir.

Sejumlah saksi terus diperiksa terkait hal itu.

Terbaru, pihaknya akan memeriksa dua saksi lagi pekan ini.

“Kemarin kami telah periksa Benni Agus Candra (Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Pemprov DKI Jakarta). Besok kami akan periksa lagi Edi Sumantri kepala BPRD DKI,” kata Adi ketika dikonfirmasi, Rabu (10/1/2018).

Adi juga menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya terus melakukan penyelidikan kasus tersebut. 

Beberapa saksi pun telah diperiksa. Meskipun hingga kini pihaknya belum menetapkan tersangka.

“Kami tetap lanjutkan kasus ini. Pemeriksaan saksi-saksi pun masih kami lakukan. Kami masih mengumpulkan banyak keterangan dan data yang kuat untuk kasus ini,” katanya.

Seperti diketahui,  NJOP di pulau reklamasi C dan D, hanya ditetapkan oleh Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta sebesar Rp 3,1 juta per meter.

Semestinya, NJOP di pulau reklamasi C dan D bisa mencapai antara Rp 25 juta-Rp 30 juta.

Akibat penetapan NJOP itu, pengembang Pulau C dan D, PT Kapuk Naga Indah, bisa mendapatkan HGB setelah menyetor nilai NJOP sebesar Rp 200 milliar.

Karena itulah yang kini polisi tengah dalami, mulai dari penetapan NJOP sampai proses keluarnya HGB tersebut. 

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help