Disebut Pecundang Simon McMenemy Termotivasi

Maklum, McMenemy sebelumnya mengalami dua kegagalan saat menjalani karier kepelatihan di Indonesia.

Disebut Pecundang Simon McMenemy Termotivasi
SUPERBALL.ID/FERI SETIAWAN
Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy saat memimpin training center (TC) di National Youth Training Center, Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada Rabu (3/1/2018). (Super Ball/Feri Setiawan) 

WARTA KOTA.COM - Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy menggugah kenangannya ketika dia memutuskan kembali ke Indonesia pada awal 2017 untuk menukangi Bhayangkara FC.

Menurut pelatih asal Skotlandia ini, tidak sedikit yang mencibir keputusannya itu.

Maklum, dia sebelumnya mengalami dua kegagalan saat menjalani karier kepelatihan di Indonesia.

McMenemy pernah menangani Mitra Kukar dan Pelita Bandung Raya. Dia gagal mengangkat prestasi kedua klub itu.

Makanya, ketika untuk yang ketiga kalinya dua kembali ke Indonesia, eks Pelatih Timnas Filipina ini mendapat pesan di Twitter yang menyebutnya sebagai pecundang.

"Ketika saya kembali, saya ingat ketika itu ada pesan di Twitter. Bunyinya, Anda sudah ke Indonesia dua kali, apa yang membuat Anda berpikir bisa menang kali ini? ucap Simon seperti dikutip dari Bolalob.

Baca: Timnas Islandia Tak Peduli Peringkat Indonesia

Namun, McMenemy tak ambil pusing dengan pesan yang disertai hashtag pecundang itu.

Ia yakin bisa membawa perubahan di Bhayangkara.

"Bila memang ditargetkan di lima besar, saya yakin bisa tiga besar. Jadi, ketika kami akhirnya juara, ini adalah pencapaian luar biasa untuk klub maupun saya pribadi," ujarnya.

Di tengah keraguan itu, McMenemy berhasil membuktikan diri dengan membawa The Guardian menjadi juara Liga 1 2017.

Menurut McMenemy, dia tak pernah membayangkan bisa menjadi juara.

Bahkan, saat pertama kali melatih di klub itu, dia tidak pernah menekankan pemain untuk menjadi juara.

Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Kamis (11/1/2018)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help