Tetap Beroperasi Meski Sudah Disegel, Perusahaan di Bekasi Dilaporkan ke Polisi

Warga kesal karena mereka terkena tiga jenis polusi yang dihasilkan pabrik, yaitu polusi udara, suara bising, dan air limbah..

Tetap Beroperasi Meski Sudah Disegel, Perusahaan di Bekasi Dilaporkan ke Polisi
Istimewa
ILUSTRASI Pencemaran 

WARTA KOTA, BEKASI --- Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi melaporkan PT Millenium Laundry ke Polres Metro Bekasi Kota, Senin (8/1) lalu. Alasannya, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pencucian jeans ini tetap beroperasi, meski sudah disegel pemerintah karena terbukti mencemarkan lingkungan.

"Tanggal 20 Juli 2017 lalu sudah disegel, tapi rupanya beberapa hari lalu masih beroperasi. Jadi kita laporkan ke penegak hukum," kata Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Sugiono, Rabu (10/1/2018).

Pada Selasa (9/1) pagi, belasan warga Perumahan Bumi Mutiara, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang tinggal berseberangan dengan pabrik mendatangi perusahaan setempat. Kedatangan mereka yang difasilitasi Polsek Bantargebang dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi ini meminta agar perusahaan menghentikan produksinya.

Warga kesal karena mereka terkena tiga jenis polusi yang dihasilkan pabrik. Pertama polusi udara dari sistem pengeringan bahan jeans yang menggunakan bahan baku batu bara. Kedua, polusi suara bising dan ketiga polusi air limbah yang dibuang ke Kali Bekasi namun tidak sesuai dengan baku mutu air.

"Warga juga sudah melapor ke kami dan mempertanyakan soal produktivitas pabrik. Padahal sudah disegel tapi mereka masih beroperasi," ujar Sugiono.

Menurut dia, pemerintah menyegel perusahaan yang terletak di Jalan Pangkalan III, Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi ini berdasarkan fakta di lapangan. Selain mencemarkan lingkungan, mereka juga tidak memiliki izin operasional dan posisinya menyalahi garis sempadan sugai (GSS).

"Penyegelan sudah sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sebelum disegel, mereka sudah kita peringatkan beberapa kali," jelasnya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kustantinah Puji Wahyuni menambahkan, laporan yang dilayangkan dinasnya itu bersifat pemberitahuan. Pada Senin (8/1) lalu, pihaknya berkirim surat pemberitahuan ke Polres Metropolitan Bekasi Kota ihwal pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh pabrik tersebut.

"Kita koordinasi dengan polres untuk mempercepat penanganan, apalagi kasus ini sebetulnya bisa ke ranah pidana bila memenuhi unsur," kata Kustantinah.

Menurut dia, pemerintah bisa saja melepas segel instalasi pengolahan air limbah (IPAL) milik perusahaan tersebut, asalkan mereka harus memenuhi rekomendasi Dinas LH Kota Bekasi.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved