Rokok dan Beras Jadi Komoditas Penyumbang Kemiskinan Terbesar di Indonesia

Empat tahun terakhir, beras masih menjadi komoditas utama yang menyumbang kemiskinan terbesar, baik di pedesaan maupun perkotaan.

Rokok dan Beras Jadi Komoditas Penyumbang Kemiskinan Terbesar di Indonesia
TRIBUNNEWS/SYAHRIZAL SIDIK
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro 

WARTA KOTA, MENTENG - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, konsumsi rokok menjadi penyumbang kemiskinan terbesar kedua setelah beras.

Bambang menyebut, komoditas rokok kretek filter menyumbang 9,98 persen tehadap garis kemiskinan di daerah perkotaan per September 2017. Di pedesaan, angkanya lebih tinggi lagi, yaitu 10,70 persen. Angka tertinggi pernah terjadi di periode yang sama tahun 2014, di mana rokok menyumbang 11,18 persen kemiskinan di perkotaan.

“Rokok kretek juga bisa membuat orang miskin. Seharusnya masyarakat tidak ketergantungan dengan komoditas tidak produktif seperti ini,” kata Bambang saat menggelar jumpa pers di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Baca: Ada Surga Sushi Murah Meriah di Aeon Mall Jakarta Garden City

Bambang menjelaskan, kenaikan harga rokok tidak bisa dibilang enteng.

“Jangan menganggap pemerintah akan menjaga rokok supaya tidak naik, kalau gitu mereka salah besar," ujar mantan Menteri Keuangan ini.

Bambang juga mengungkapkan adanya perubahan pola konsumsi, di mana komoditas daging sapi di perkotaan cukup meningkat dalam dua tahun terakhir.

Baca: Takut Hamil Lagi, Wulan Guritno Tak Mau Berduaan dengan Suami Selama Lima Hari di Kapal Pesiar

Tercatat per September 2017 konsumsi daging sapi naik jadi 5,71 persen di perkotaan, sedangkan di pedesaan di angka 2,83 persen.

“Adanya perbaikan income dan kesadaran perbaikan gizi, masyarakat mulai konsumsi daging sapi. Ini bagus, karena daging sapi sudah jadi kebutuhan,” cetus Bambang.

Empat tahun terakhir, beras masih menjadi komoditas utama yang menyumbang kemiskinan terbesar, baik di pedesaan maupun perkotaan.

Per 2017, beras menyumbang 18,80 persen kemiskinan di perkotaan, sedangkan di pedesaan angkanya lebih tinggi, yakni 24,52 persen. (Syahrizal Sidik)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved