Garong Kejam Tangerang Kerap Selipkan Golok di Pinggang

Jajaran Polsek Cikupa, Kabupaten Tangerang berhasil mencokok komplotan garong yang melakukan pencurian sepeda motor pada Rabu (10/1/2018) dini hari.

Garong Kejam Tangerang Kerap Selipkan Golok di Pinggang
Warta Kota/Andika Panduwinata
Polsek Cikupa, Kabupaten Tangerang berhasil mencokok komplotan garong yang melakukan pencurian sepeda motor pada Rabu (10/1/2018) dini hari. Kelompok bandit ini teramat kejam dan tak segan-segan melukai korbannya. 

Laporan Wartakotalive.com Andika Panduwinata

WARTA KOTA, TANGERANG - Jajaran Polsek Cikupa, Kabupaten Tangerang berhasil mencokok komplotan garong yang melakukan pencurian sepeda motor pada Rabu (10/1/2018) dini hari.

Kelompok bandit ini teramat kejam dan tak segan - segan melukai korbannya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolsek Cikupa, Kompol Idrus Madaris. Ia menjelaskan pihaknya mengamankan dua orang pelaku.

Di antaranya HR (33) dan MH (37). Mereka merupakan warga asal Pandeglang.

Polisi meringkus para tersangka di Kampung Telaga Sodong, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Saat itu petugas tengah melakukan patroli dan mencurigai tindak - tanduk pelaku ini.

"Mereka melakukan pencurian sepeda motor. Langsung kami sergap, dilakukan penggeledahan pemeriksaan badan," ujar Idrus di Mapolsek Cikupa, Kabupaten Tangerang, Rabu (10/1/2018).

Idrus menyebut saat dilakukan pemeriksaan, pihaknya menemukan korek api yang berbentuk menyerupai pistol.

Bahkan dari tangan tersangka juga kedapatan kunci leter T untuk memetik sepeda motor curiannya itu.

"Kami juga menyita golok yang diselipkan pelaku di pinggang sebelah kiri. Senjata tajam ini sering dibawanya saat melakukan aksi," ucapnya.

Bandit ini disergap aparat ketika sedang melakukan pencurian sepeda motor Yamaha Mio warna hijau yang terparkir di depan konter handphone.

Pelaku beserta barang bukti pun segera dibawa ke Mapolsek Cikupa guna pemeriksaan lebih lanjut.

Akibat perbuatannya tersebut komplotan garong ini dijerat dengan Pasal 363 KUHP Jo Pasal 2 Ayat 2 UU Darurat No. 12 tahun 1951.

"Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara," kara Idrus.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help