Akhirnya, Kapal Tradisional Pulau Tidung-Kali Adem Beroperasi

Agus Setiawan mengatakan saat ini kapal tradisional yang sebelumnya mogok beroperasi, sekarang sudah normal kembali.

Akhirnya, Kapal Tradisional Pulau Tidung-Kali Adem Beroperasi
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Kapal tradisional saat sandar di Pelabuhan Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (1/6). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Junianto Hamonangan

WARTA KOTA, KEPULAUAN SERIBU -- Setelah sempat mogok beroperasi sejak Senin (8/1) kemarin, kapal tradisional rute Pulau Tidung-Kali Adem akhirnya kembali aktif seperti semula pada Rabu (10/1).

Sementara untuk kapal cepat hingga saat ini belum beroperasi seperti sebelumnya.

Camat Kepulauan Seribu Selatan Agus Setiawan mengatakan saat ini kapal tradisional yang sebelumnya mogok beroperasi, sekarang sudah normal kembali.

Mereka sudah beraktivitas seperti biasa sejak pukul 09.00 WIB.

“Hari ini kapal tradisional sudah operasional seperti biasa, namanya Kapal Bisma,” ungkap Agus, Rabu (10/1).

Sementara itu terkait dua tuntutan yang diajukan para pemilik kapal tradisional, tidak semuanya bisa dipenuhi.

Khusus mengenai keberadaan kapal cepat di Kali Adem, tidak bisa dipindahkan begitu saja karena terkait kebijakan.

“Untuk saat ini hanya bisa push harga normal. Jadi harga tiket kapal cepat Ekspres Bahari sudah nggak lagi harga diskon,” katanya.

Nantinya harga tiket yang ditetapkan untuk kapal cepat Ekspres Bahari akan berbeda-beda, tergantung kelas yang ada.

Agus mengatakan untuk kelas bisnis dari Rp 50 ribu menjadi Rp 60 ribu, kelas eksekutif dari Rp 75 ribu menjadi Rp 90 ribu.

“Sedangkan untuk kelas VIP dari Rp 100 ribu menjadi Rp 115 ribu,” sambungnya.

Hanya saja kapal cepat tujuan Pulau Tidung-Kali Adem hingg saat ini belum beroperasi seperti semula.

Rencananya kapal cepat baru akan beroperasi normal pada Jumat (12/1) mendatang.

“Info yang didapat, rencananya mau operasi hari ini, cuma kelihatannya mereka masih menunggu perkembangan lebih lanjut karena tempat sandarnya di Pulau Tidung ditempati kapal ojek. Tapi itu udah ranahnya Dinas Perhubungan,” katanya. (*)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help