200 Anak Yayasan Al Muhajirin Depok Disuntik Imunisasi Difteri

Pemerintah Kota Depok memberikan imunisasi kepada beberapa sekolah dalam upaya mencegah penularan penyakit difteri.

200 Anak Yayasan Al Muhajirin Depok Disuntik Imunisasi Difteri
Warta Kota/Anggi Lianda Putri
Yayasan Al Muhajirin yang terdiri dari Raudhatul Alfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Taman Kanak-kanak (TK) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) memberikan imunisasi kepada memberikan imunisasi DPT kepada sekitar 200 siswa oleh dokter dan petugas dari Puskesmas Kecamatan Sukmajaya Depok. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Anggie Lianda

WARTA KOTA, SUKMAJAYA - Pemerintah Kota Depok memberikan imunisasi kepada beberapa sekolah dalam upaya mencegah penularan penyakit difteri. 

Salahsatunya dilaksanakan di Yayasan Al Muhajirin yang terdiri dari Raudhatul Alfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Taman Kanak-kanak (TK) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Sekitar 200 siswa diberikan suntik DPT oleh dokter dan petugas dari Puskesmas Kecamatan Sukmajaya Depok.

Kepala Sekolah MTs Al Muhajirin, Ratih mengatakan khusus MTs ada sebanyak 65 siswa dan ini merupakan program dari pemerintah.

Yayasan Al Muhajirin yang terdiri dari Raudhatul Alfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Taman Kanak-kanak (TK) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) memberikan imunisasi kepada memberikan imunisasi DPT kepada sekitar 200 siswa oleh dokter dan petugas dari Puskesmas Kecamatan Sukmajaya Depok.
Yayasan Al Muhajirin yang terdiri dari Raudhatul Alfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Taman Kanak-kanak (TK) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) memberikan imunisasi kepada memberikan imunisasi DPT kepada sekitar 200 siswa oleh dokter dan petugas dari Puskesmas Kecamatan Sukmajaya Depok. (Warta Kota/Anggi Lianda Putri)

"Pemerintah menawarkan ke sini, kita tidak tahu menahu. Tapi karena bermanfaat ya kita terima," ujar Ratih saat ditemui di lokasi, Rabu (10/01/2018).

Sekolah tidak mengeluarkan biaya sama sekali dalam kegiatan ini.

Sebelum kegiatan, Ratih sudah meminta izin terlebih dahulu kepada orang tua murid.

"Sebelumnya sudah diberitahu ke orang tua dan siswa, alhamdulillah semua mendukung. Karena memang rata-rata anaknya belum disuntik," sambung Ratih.

Selama pelaksanaan semua berjalan lancar, hanya ada sedikit kendala saat beberapa murid yang ketakutan ketika ingin disuntik.

"Enggak mau, takut sakit. Nanti aja," teriak salahsatu murid laki-laki kelas tujuh. 

Namun setelah mendapat bujukan dari teman dan dokter, ia pun memberanikan diri untuk disuntik.

"Udah? Enggak sakit kok," sambungnya. (M16)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved