Home »

News

» Jakarta

Nurdin Berharap Sosialisasi OK Otrip Terus Digencarkan

program OK Otrip memberikan kemudahan warga Jakarta mengunakan berbagai moda transportasi umum dengan biaya Rp 5000.

Nurdin Berharap Sosialisasi OK Otrip Terus Digencarkan
Warta Kota/Adhy Kelana
Seorang pengguna jasa bus Transjakarta memperliharkan tiket OKotrip di halte bus way Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (22/12). Penjualan tiket terintegrasi bus Tansjakarta dengan KWK ini baru dijual per hari ini dengan harga Rp 40.000 di beberapa halte bus way saja, diantaranya halte bus way Lebak Bulus. 

WARTA KOTA, JATINEGARA -- Pemerintah Provinsi DKI meluncurkan program OK Otrip untuk memberikan kemudahan warga Jakarta mengunakan berbagai moda transportasi umum dengan biaya Rp 5000.

Salah satu wilayah yang terintegrasi dengan layanan OK Otrip salah satunya kawasan Duren Sawit Jakarta Timur.

Dengan adanya layanan angkutan masyarakat dengan sistem pembayaran mengunakan kartu OK Otrip ini salah satu pengemudi angkutan umum M03 Jurusan PWI-Kampung Melayu, Nurdin (45) mengatakan menyambut antusias dengan layanan ini.

"Yang pasti kita lebih senang karenakan kami gak perlu ngetem lagi, jadi kami berenti sesuai dengan bus stop yang tersedia," kata Nurdin, Selasa (9/1/2018).

Ada layanan yang tergolong baru ini, membuat dirinya khawatir akan sistem pembayaran yang nantinya akan diterapkan. Tentunya hal tersebut diharapkan peran pemerintah dapat gejar mempromosikan layanan ini.

"Kalo kami sih berharap pemerintah terus mengencarkan promosi terkait program ini, karena kan nanti sistem pembayaran melalui kartu dan ada mesin tapingnya jadi masyarakat harus tahu dulu bagaiman sistemnya," katanya.

Tak hanya itu Ridwan (40) salah satu pengemudi mengatakan bahwa ia berharap kesejahteraan pengemudi diperhatikan.

"Ya kalo untuk kami sendiri paling, kalo bisa pengemudi diperhatikan benar-benar lah," katanya.

Sementara itu Ketua Koperasi Budi Luhur atau pihak organda sebagai pengelola, Saut Hutabarat mengatakan bahwa akan terus berupaya mensosialisasikan program ini kepada masyarakat.

"Tentunya disini perlu sosialisasi oleh pemerintah demikian kami operator kepada seluruh masyarakat penguna jasa angkutan untuk memiliki kartu tersebut, dan yang menjadi kendala kami itu hanya masyarakat karena inj hal yang baru untuk itu perlu sosialisasi, tapi untuk kami tidak ada kendala," katanya.

Dikatakan oleh Saut bahwa para pengemudi OK Otrip nantinya akan lebih baik dari pada angkutan biasanya baik itu segi penghasilan dan beberapa hal yang lainnya.

"Karena memang kita memakai sistem integrasi ini adalah sistem perkontrak oleh pihak Transjakarta, secara pendapatan bisa dikatakan akan lebih baik, dan layak lah, dan semua akan ada jaminan. Nantinya sistem pembayaran pengemudi dilakukan perbulan. Untuk itu nantinya bensin kita akan pastikan terisi full," katanya. (*)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help