M2 Gagal Ikut Pilkada Kota Bekasi 2018

Sampai saat ini, pengurus DPC dan PAC di Kota Bekasi masih menunggu keputusan dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

M2 Gagal Ikut Pilkada Kota Bekasi 2018
jabar.pojoksatu.id
Rahmat Effendi (kiri) jago yang diusung Partai Golkar Kota Bekasi bersama mantan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohammad (kanan) yang sempat masuk dalam penjaringan PDI Perjuangan Kota Bekasi. 

WARTA KOTA, BEKASI --- Mantan terpidana korupsi, Mochtar Muhammad (M2), diproyeksikan gagal maju dalam ajang Pilkada Wali Kota Bekasi 2018. Sebab M2 mendapat tugas lain dari partai yang berlambang banteng tersebut.

"Sudah diputuskan oleh DPP bahwa M2 akan mendapat tugas lain dari partai. Teman-teman di DPC dan PAC juga sudah diundang," kata Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Henu Sunarko, Selasa (9/1/2018).

Beberapa waktu lalu, DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi menyatakan bakal mengusung M2 sebagai calon tunggal dari PDI Perjuangan, namun pengurus DPP berkata lain. Sampai saat ini, pengurus DPC dan PAC di Kota Bekasi masih menunggu keputusan dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

"Semua keputusan ada di Ketua Umum, kami hanya melaksanakannya," ujar Henu.

Sebelumnya, DPC PDI Perjuangan, Kota Bekasi bulat mengusung Mochtar Muhammad sebagai calon tunggal dari partai berlambang kepala banteng tersebut. Tapi, setelah pimpinan pusat partai tersebut menyatakan tak akan mengusung, kini partai tingkat bawah menunggu keputusan dari DPP.

"Semua keputusan akan diputuskan oleh ketua umum (Megawati Soekarno Putri)," ujarnya.

Menurut Henu, keputusan itu termasuk soal merapatnya seorang birokrat yakni Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono. Tri menyatakan kesiapannya mendampingi petahana Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dari Partai Golkar.

"Dukungan untuk Tri Adhianto belum diputuskan, kalau ada komunikasi dengan beliau (Tri) itu adalah hal yang lumrah dalam dinamika politik sekarang ini," katanya.

Ketika diminta tanggapannya soal hal ini, M2 hanya menjawab singkat. Menurut dia, kabar merapatnya Tri sebaiknya ditanyakan langsung ke pengurus DPP.

"Tanya saja ke Sekjen (DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto)," kata M2.

Seperti diketahui, saat menjabat Wali Kota Bekasi, Mochtar terjerat kasus korupsi. Dia dituduh menyuap anggota DPRD Kota Bekasi hingga Rp 1,6 miliar untuk memuluskan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2010.

Mochtar juga diduga memakai anggaran makan-minum (mamin) sebesar Rp 639 juta untuk memuluskan pengesahan (APBD) tahun 2010. Bahkan dia juga diduga memberi suap Rp 500 juta agar mendapatkan Piala Adipura 2010.

Oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, M2 dinyatakan bebas. KPK lalu mengajukan tingkat kasasi, hingga akhirnya pengadilan menyatakan M2 bersalah dan divonis enam tahun penjara. 

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help