Larangan Sepeda Motor Dicabut, Pengamat : Hakim Tidak Mengerti

Kata Djoko dengan dicopotnya peraturan tersebut malah akan membuat lalu lintas Jakarta semakin buruk.

Larangan Sepeda Motor Dicabut, Pengamat : Hakim Tidak Mengerti
Warta Kota/Banu Adikara
Suasana Jalan MH Thamrin depan Great Western Serpong yang ramai lancar, Senin (4/4) siang. 

Laporan Wartawan Wartakotalive, Yosia Margaretta

WARTAKOTA, PALMERAH -- Peraturan Gubernur pada era Ahok terkait pelarangan sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin telah dicopot oleh Mahkamah Agung.

Pengamat transportas, Djoko Setijowarno, menilai dicopotnya Pergub nomer 195 tahun 2014 itu menunjukkan ketidak mengertian dan kesewenangan hakim.

"Menunjukan ketidak mengertian dan kesewenangan hakim. Sangat meragukan kemampuan hakim yang memutuskan itu," ujar Djoko Setijowarno, Selasa (9/1/2018).

Kata Djoko dengan dicopotnya peraturan tersebut malah akan membuat lalu lintas Jakarta semakin buruk dan padat karena pembangunan yang banyak di sepanjang jalan Sudirman dan Thamrin.

"Dalam ilmu transportasi ada konsep Transport Demand Management (TDM) sebagai salah satu pemecahan kemacetan lalu lintas. Mendorong orang untuk meninggalkan kendaraan pribadi dengan cara pembatasan dan menarik oraang untuk menggunakan angkutan umum dalam upaya perbaikan layanan," ujar Djoko.

Beberapa upaya yang bisa dilakukan menurut Djoko adalah berupa pelarangan sepeda motor, kebijakan ganjil genap, tarif parkir tinggi dan pajak progresif.

Dirinya juga mengungkapkan akan banyak dampak negatif dengan diperbolehkannya sepeda motor dapat kembali melintas di Jalan MH Thamrin.

"Dampak buruk pembangunan yang berorientasi kendaraan bermotor adalah kualitas udara, kebisingan dan getaran, kecelakaan, perubahan iklim global, habitat alam, pembuangan limbah, kemacetan, keamanan energi dan keefisienan ekonomi," ungkap Djoko. (m-14).

Penulis: Yosia Margaretta
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved