Kekurangan Air Bersih, Jokowi Sempat Tak Mandi Saat Menginap di Rote Ndao NTT

Penyerahan sertifikat hak atas tanah tersebut merupakan akhir kegiatan Presiden Jokowi di Kabupaten Rote Ndao.

Kekurangan Air Bersih, Jokowi Sempat Tak Mandi Saat Menginap di Rote Ndao NTT
JURU FOTO KEPRESIDENAN/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo berjalan-jalan di sekitar di Pantai Nemberala, Pulau Rote, NTT, Selasa (9/1/2018) pagi. 

WARTA KOTA, ROTE NDAO - Presiden Joko Widodo menyerahkan 700 sertifikat hak atas tanah di halaman Kantor Bupati Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (9/1/2018).

Penyerahan sertifikat hak atas tanah tersebut merupakan akhir kegiatan Presiden Jokowi di Kabupaten Rote Ndao.

Saat menyampaikan kata sambutan, Presiden Jokowi berbicara mengenai bagaiamana sulitnya mendapatkan air bersih saat bermalam di Rote Ndao.

Baca: Kunjungi Pulau Terluar di NTT, Jokowi Kembali Cuci Muka Pakai Air Laut

“Tapi airnya kurang di sini Pak Bupati. Tadi malam saya ndak mandi, tapi tadi pagi saya mandi,” ungkapnya,” ujar Presiden Jokowi.

Terlepas dari persoalan air tersebut, Presiden Jokowi mengaku senang bisa menghabiskan banyak waktu di Kabupaten Rote Ndao.

Ia kemudian bercerita ketika ia mengunjungi Pulau Miangas, pulau terluar di utara Indonesia, ia tidak sampai menginap.

Baca: Jokowi: Kunci Tingkatkan Kesejahteraan di NTT Cuma Air

“Tapi di sini, di Rote Ndao, saya menginap,” kata Presiden Jokowi.

Jokowi pada kesempatan sebelumnya telah menginstruksikan kepada Menteri PUPR untuk membangun 74 embung di Kabupaten Rote Ndao, guna menampung air bersih.

“Jadi tugasnya Pak Menteri PU membuat embung, sumur-sumur. Alhamdulillah di sini sudah ada 74 embung. Banyak sekali. Dan yang saya senang di kanan kirinya masyarakat langsung membuat sawah,” tutur Jokowi. (*)

Penulis: Nicolas Manafe
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help