Home »

News

» Jakarta

Kejaksaan Terima Berkas Perkara Kasus Ujaran Kebencian Ahmad Dhani

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mempunyai waktu 14 hari untuk meneliti berkas perkara hasil penyelidikan penyidik.

Kejaksaan Terima Berkas Perkara Kasus Ujaran Kebencian Ahmad Dhani
instagram
Ahmad Dhani di depan peserta reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2017) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Berkas kasus dugaan ujaran kebencian dengan tersangka musisi Ahmad Dhani telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Yovandi Yazid mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima berkas tersebut dari penyidik Polres Jakarta Selatan pada Jumat (5/1/2018) kemarin.

“Saat ini berkas perkara tahap pertama sudah kami terima Jumat kemarin. Kami akan memprosesnya,” kata Yovandi saat dikonfirmas, Senin (8/1/2018).

Nantinya, penerimaan berkas tersebut, lanjut Yovandi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mempunyai waktu 14 hari untuk meneliti berkas perkara hasil penyelidikan penyidik. 

Lalu, jika JPU menilai bahwa berkas tersebut belum lengkap, maka dalam waktu 14 hari berkas perkara dikembalikan kepada penyidik untuk dilengkapi.

“Tapi kalau sudah lewat 14 hari, artinya berkas dinyatakan lengkap,” ujarnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono juga membenarkan pelimpahan berkas tersebut.

“Benar, sudah kami limpahkan berkas tersebut. Sekarang tinggal menunggu keputusan dari JPU mengenai kelengkapan berkasnya,” kata Argo.

Seperti diketahui, sebelumnya, kelompok pendukung Ahok-Djarot, BTP Network, melaporkan Ahmad Dhani, pada Kamis (9/3/2017) lalu.

Jack Lapian dari BTP Network menyebut ia melaporkan kicauan Dhani pada akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST.

Tertulis, 'Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya.'

Dhani dilaporkan melanggar Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (*)

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help