Home »

News

» Jakarta

Tingkatkan Toleransi Beragama, Sarasehan Kebangsaan Digelar di Kelapa Gading

Sekitar 200-an orang menghadiri Sarasehan Kebangsaan Lintas Umat Beragama yang digelar di Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (7/1).

Tingkatkan Toleransi Beragama, Sarasehan Kebangsaan Digelar di Kelapa Gading
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Sarasehan Kebangsaan Lintas Umat Beragama digelar di Kantor Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (7/1). 

Laporan Wartawan Warta Kota Junianto Hamonangan

WARTAKOTA, TANJUNGPRIOK-- Sekitar 200-an orang menghadiri Sarasehan Kebangsaan Lintas Umat Beragama yang digelar di Kantor Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (7/1).

Kegiatan itu digelar dalam rangka meningkatkan toleransi antar umat beragama.

Sejumlah tokoh lintas agama, tokoh masyarakat dan sejumlah ormas tampak hadir di acara yang mengusung tema ‘Menjaga Bersama Keutuhan Bangsa’ tersebut. Dalam kesempatan itu mereka menyampaikan pandangannya tentang wawasan kebangsaan dalam menjaga keutuhan NKRI.

Camat Kelapa Gading Manson Sinaga mengatakan sarasehan tersebut digelar untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan antar umat beragama yang sudah terjalin erat di wilayah Kelapa Gading.

Hal ini tentunya sesuai dengan slogan Bhineka Tunggal Ika.

"Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan silaturahmi dan toleransi beragama untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang ada di wilayah Kecamatan Kelapa Gading. Kita jadikan keberagaman umat beragama ini sebagai rahmat,” kata Manson, Minggu (7/1).

Baca: Implementasi Card Reader KTP-El Tingkatkan Akurasi Data Peserta JKN-KIS

Baca: Deddy Mizwar Gandeng Dedi Mulyadi, Netizen : Fix Dukung Jokowi?

Salah seorang tokoh agama, Laksamana Pertama TNI (Purn) KH Asep Saepudin mengatakan sedikitnya ada delapan hal yang menjadi ancaman serius terhadap keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.

Masing-masing ancaman itu adalah, teroris, narkoba, korupsi, berita hoax. Kemudian juga masih ada proxy war, separatisme, radikalisme hingga pasar bebas yang tidak terkendali.

"Upaya untuk menghadapi ancaman-ancaman itu di antaranya dengan menghayati dan memgamalkan Pancasila sebagai ideologi NKRI. Selain itu juga mematuhi UUD 1945 sebagai konstitusi," kata Asep.

Manson menambahkan sarasehan ini juga sebagai ajang silaturahmi antara masyarakat dengan para tokoh lintas agama. Selain itu perwakilan dari ormas, FKDM, unsur tiga pilar dan unsur terkait lainnya.

“Sehingga dengan ini kerukunan antar umat beragama bisa semakin rukun lagi. Selain itu kepada semua pemuka agama juga kedepannya bisa berbuat kebaikan demi pembangunan bangsa dan saling menghargai satu sama lain," papar Manson. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help