Pengamat Ini Anggap Kepala Badan Pajak DKI Jakarta Terlalu Lebay Soal Perolehan Pajak

Kepala Badan Pajak dan Retribusi DKI Jakarta, Edi Sumantri, dinilai terlalu membesar-besarkan perolehan pajak 2017 melebihi target.

Pengamat Ini Anggap Kepala Badan Pajak DKI Jakarta Terlalu Lebay Soal Perolehan Pajak
Warta Kota/Adhy Kelana
Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Edi Sumantri menjadi pembicara dalam dialog Interaktif tentang Pajak Daerah yang diselenggarakan Dinas Pendapatan Pajak Daerah Jakarta, Selasa (22/8) di Jakarta. Dispenda Jakarta akan mengejar penungkak pajak mulai dari pajak kendaraan, rumah makan, hiburan, dan air tanah. 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Kepala Badan Pajak dan Retribusi DKI Jakarta, Edi Sumantri, dinilai terlalu membesar-besarkan perolehan pajak 2017 melebihi target.

Edi membuat acara besar-besaran beberapa hari lalu terkait pencapaian itu.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan diundang dan menyampaikan betapa bangga dirinya.

Padahal sejumlah fakta dibaliknya justru menunjukkan lebaynya kepala BPRD DKI mengklaim pencapaian tersebut.

Demikian penilaian dari Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi

uchok
Uchok Sky Khadafi (Kompas)

Menurut Uchok, pemasukan melebihi target dari sektor pajak di tahun 2017 hanya keberuntungan.

Edi cuma beruntung menjadi Kepala BPRD DKI saat Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan Tax Amnesty.

Dari total 13 kategori pajak memang kelihatan Pemprov DKI memperoleh pemasukan melebihi target, yakni sebesar Rp 36,4 trilliun dari target 34,3 trilliun.

Tapi ketika dibedah dan dilihat satu per satu ke-14 jenis pajak, semestinya capaian 2017 tak perlu dibesar-besarkan karena justru jadi memalukan.

Faktanya dari 14 jenis pajak hanya 8 jenis pajak yang capaiannya melebihi target. 5 lainnya tak mencapai target.

Halaman
1234
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved