KASAD Tak Persoalkan Letjen TNI Edy Rahmayadi Kenakan Jas Parpol

"Yang penting kan sudah mengundurkan diri. ... sudah. Dalam ketentuannya boleh," ujar KASAD.

KASAD Tak Persoalkan Letjen TNI Edy Rahmayadi Kenakan Jas Parpol
via Antaranews.com
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Guma) 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono tidak mempersoalkan Letjen TNI Edy Rahmayadi yang mengenakan jas partai politik pada acara konsolidasi dan ikrar para calon kepala daerah yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Alasannya, yang bersangkutan sudah mengajukan pensiun dini.

"Apa yang dilakukan Edy dengan hadir di acara itu dengan jas PKS bukan masalah. Dia aktif di politik kalau dia sudah mengajukan itu (pengunduran diri), tidak ada masalah," kata Mulyono usai menghadiri Perayaan Natal Mabes AD di Balai Kartini, Jakarta, Jumat.

Kata Mulyono, Edy Rahmayadi yang dicopot dari kedudukannya sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD (Pangkostrad) itu sudah mengundurkan diri alias mengajukan pensiun dini.

Mantan Pangkostrad ini menjelaskan, meski Surat Keputusan Panglima TNI terkait pencopotan Edy sebagai Pangkostrad baru keluar pada Kamis (4/1/2018), secara resmi Edy sudah mengajukan pengunduran diri sehingga secara ketentuan sudah tidak ada masalah bila Edy langsung terlibat dalam kegiatan partai maupun mengenakan atribut parpol.

"Yang penting kan sudah mengundurkan diri. ... sudah. Dalam ketentuannya boleh," ujar KASAD.

Pergantian Pangkostrad
Pada kesempatan itu, KASAD menegaskan bahwa tak ada motif lain di balik dipilihnya Letjen TNI Agus Kriswanto menggantikan Edy Rahmayadi. Alasannya proses pergantian jabatan tersebut sesuai dengan kepentingan organisasi di tubuh TNI.

Ia menyatakan, Agus merupakan sosok yang dibutuhkan dalam organisasi. Kepribadiannya pun baik.

Mulyono juga menyebutkan prestasi Agus Kriswanto sudah bagus, apalagi saat ini sudah mencapai bintang tiga, sehingga, yang bersangkutan meyakinkan untuk diandalkan dalam memajukan Kostrad.

"Sampai bintang tiga berarti hebat dia. Kalau bintang empat nggak bisa, karena mau pensiun. Tapi selagi masih aktif, prestasinya bagus, insyaallah bisa diandalkan untuk memajukan Kostrad," tutur Mulyono.

Dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/12/I/2018 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI yang ditandatangani Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kamis (4/1), total ada 20 perwira TNI yang dimutasi, salah satunya Edy Rahmayadi.

Jenderal bintang tiga itu resmi dicopot dari jabatannya sebagai Pangkostrad dan digeser menjadi perwira tinggi Mabes TNI AD. Jabatan baru itu resmi disandang sejak surat keputusan tersebut diterbitkan.

Posisi Edy sebagai Pangkostrad digantikan oleh Letnan Jenderal Agus Kriswanto yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AD (Dankodiklatad).

Edy Rahmayadi akan maju dalam Pilkada Sumut berpasangan dengan Musa Rajekshah alias Ijeck, yang diusung oleh Partai Gerindra, PKS, dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help