Polisi Ciduk Bandar Judi Koprok di Cikarang Selatan, Tiga Pemainnya Kabur

Dalam penggerebekan itu, polisi menciduk bandar judi bernama Yadi (48), sedangkan tiga pemainnya melarikan diri.

Polisi Ciduk Bandar Judi Koprok di Cikarang Selatan, Tiga Pemainnya Kabur
Istimewa
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BEKASI - Polisi menggerebek tempat judi koprok di Kampung Jati RT 08/04, Desa Suka Sejati, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (3/1/2018) dini hari.

Dalam penggerebekan itu, polisi menciduk bandar judi bernama Yadi (48), sedangkan tiga pemainnya melarikan diri.

"Tiga tersangka yang kabur bernama Kamsir, Baud, dan Wakil Anan," ujar Kepala Unit Reskrim Polsek Cikarang Selatan Inspektur Satu Jefri, Kamis (4/1/2018).

Baca: Bawa Segelas Kopi, Putri Setya Novanto Penuhi Panggilan KPK

Jefri mengatakan, tiga pemasang judi koprok itu berhasil kabur lewat pintu belakang rumah. Sedangkan Yadi berhasil diamankan saat sedang mengambil uang taruhan di dalam judi itu.

"Tersangka Yadi kami amankan tanpa perlawanan berikut barang bukti alat judi koprok," kata Jefri.

Menurut dia, kasus ini terbongkar karena masyarakat resah dengan adanya perjudian koprok di sebuah rumah kosong. Masyarakat lalu melapor ke anggota yang sedang observasi di wilayah setempat.

Baca: Pelapor Kasus Penggelapan Jual Beli Tanah Punya Bukti Keterlibatan Sandiaga Uno

"Petugas kemudian bergegas ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan warga," jelasnya.

Kapolsek Cikarang Selatan Komisaris Alin Kuncoro menambahkan, selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa tiga buah buah dadu yang diberi nomor urut satu sampai enam, satu buah batok kepala, satu buah lapak plastik yang ditulis 1 sampai 6 dan uang tunai Rp 120 ribu.

"Penyidik masih menggali keterangan tersangka untuk mengetahui sejauh mana dia menggelar perjudian itu," tutur Alin.

Baca: Makin Mesra dengan Panglima TNI, Kapolri: Beliau Kakak Saya

Meski demikian, kata Alin, tersangka Yadi mengaku nekat menggelar judi karena terhimpit kebutuhan ekonomi. Dia yang tidak memiliki pekerjaan, lalu memilih menjadi bandar judi.

"Keuntungannya sekitar Rp 100 ribu setiap bermain," terangnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian, dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help