Perseteruan Deddy Mizwar-Hidayat Nur Wahid Ditanggapi Sinis Demokrat

Walau pertentangan antara keduanya sudah selesai, lini media sosial, khususnya postingan Hidayat Nur Wahid masih ramai komentar netizen.

Perseteruan Deddy Mizwar-Hidayat Nur Wahid Ditanggapi Sinis Demokrat
@hnurwahid
Pakta Integritas atau kontrak politik Deddy Mizwar dengan Partai Demokrat. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Pakta Integritas atau Kontrak Politik berisi pernyataan Deddy Mizwar untuk memenangkan calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dari Partai Demokrat yang diunggah oleh Hidayat Nur Wahid dalam akun twitternya @hnurwahid pada Senin (1/11/2018) kemarin berbuntut panjang.

Partai Demokrat menilai langkah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu tidak elok dan bijaksana.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Irfan Suryanegara.

Sebab menurutnya, PKS yang telah mencabut dukungan terhadap Deddy Mizwar untuk mendukung Sudrajat dan Ahmad Syaikhu dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 beberapa waktu lalu itu tidak perlu mengumbar kontrak politik Partai Demokrat.

"Sudah saja, sampaikan kami dari PKS tidak lagi bersama Deddy Mizwar karena ada yang lebih, yaitu Sudrajat, selesai. Jangan karena itu, PKS berseteru dengan Demokrat, padahal kami di Jawa Barat antara Demokrat dan PKS sangat guyub," ungkapnya dalam siaran tertulis pada Kamis (4/1/2018).

Walau pertentangan antara keduanya sudah selesai, lini media sosial, khususnya postingan Hidayat Nur Wahid masih ramai komentar netizen.

Mereka saling serang, bahkan tidak sedikit yang mengungkit soal Pilkada DKI Jakarta hingga Pilpres tahun 2014 silam.

"Yg kami sangat sayangkan mestinya kang @Deddy_Mizwar_ sblm buat fakta integritas wajib menyampaikan ke partai pengusung lainya ( PKS ), bukan menikam dr dalam," tulis Abustanbush Bush @rezaadityabush dibalas @siegeranwalt, 'Sebelah mana menikamnya? Itu kan tidak mengikat bagi PKS. PKS menjadikan ini hanya sebagai alasan saja untuk ingkar dan gabung dengan Gerindra. Soal logistik saja itu'.

"Saya sdh menerima keputusan PKS utk tdk bersama.Jd klarifikasi ini bukan utk menyudutkan ust n PKS.melainkan utk mengakhiri kemarahan n kebencian di netizen krn statement ustadz," tulis Deddy Mizwar.

Seperti diketahui sebelumnya, Hidayat Nur Wahid lewat akun twitternya @hnurwahid memposting sebuah Pakta Integritas atau kontrak politik Deddy Mizwar dengan Partai Demokrat apabila ingin maju sebagai Calon Gubernur Jawa Barat dalam kontestasi Pilkada Jawa Barat pada tahun 2018.

"Bang @Deddy_Mizwar_ berikut Pakta Integritas, ya Abang tandatangani, yg pd point 3 jelas menyebutkn ttg komitmen Demiz unt gerakkan mesin Partai unt memenangkan Presiden/Wakil Peesiden yg diusung olh Partai Demokrat. Dokumen ini kami dapat dari 2 sumber yg sangat dekat dg Antum," tulis Hidayat pada Senin (1/1/2018).

Sementara Deddy Mizwar lewat akun @Deddy_Mizwar_ hanya berargumen singkat.

Dirinya mengembalikan pertanyaan yang dilontarkan Hidayat terkait peran kader atas perintah partai.

"Hehe kalo dokumen itu yg dimaksud mk dosa apa yg sy lakukan pd PKS.bukankah Ustadz sbg kader PKS juga harus mendukung capres/cawapres yg diusung PKS?," balas Deddy Mizwar. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help