Korupsi KTP Elektronik

Hakim Tolak Seluruh Keberatan Setya Novanto, Pemeriksaan Perkara Dilanjutkan

Hakim kemudian memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan atas terdakwa Setya Novanto.

Hakim Tolak Seluruh Keberatan Setya Novanto, Pemeriksaan Perkara Dilanjutkan
Warta Kota/Henry Lopulalan
Terdakwa kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto menghadiri sidang eksepsi di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya Jakarta, Rabu (20/12). 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta menolak seluruh eksepsi alias keberatan tim penasihat hukum Setya Novanto, terdakwa korupsi pengadaan KTP elektronik (KTP-el) tahun anggaran 2011-2013.

Majelis hakim yang diketuai oleh Yanto mengatakan, materi eksepsi tersebut tidak beralasan menurut hukum, sehingga harus dikesampingkan.

"Menimbang bahwa karena seluruh keberatan tim penasihat hukum terdakwa telah dipertimbangkan dan dinyatakan tidak dapat diterima," kata Yanto saat membacakan putusan sela di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (4/1/2017).

Baca: Tanggul Jatipadang Jebol Lagi, Anies Baswedan: Bangunan Warga Mengurangi Lebar Sungai

Menurut hakim, surat dakwaan yang disusun oleh Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi nomor 88/24/12/2017 tanggal 6 Desember 2017, telah memenuhi pasal 143 ayat 2 huruf a dan b KUHAP, sehingga sehingga seluruh dakwaan sah menurut hukum dan dapat diterima sebagai dasar pemeriksaan perkara ini.

"Menimbang bahwa keberatan tim penasihat hukum tidak dapat diterima, maka pemeriksaan perkara ini harus dilanjutkan," perintah Yanto.

Hakim kemudian memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan atas terdakwa Setya Novanto. (*)

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help