GM Jasa Marga ini Didakwa Jaksa KPK Beri Harley Davidson dan Fasilitas Karaoke

GM Jasa Marga cabang Purbaleunyi, Setia Budi, didakwa menyuap auditor BPK Sigit Yugoharto antara lain berupa motor Harley Davidson.

GM Jasa Marga ini Didakwa Jaksa KPK Beri Harley Davidson dan Fasilitas Karaoke
via Antaranews.com
Setia Budi, selaku General Manager PT Jasa Marga (Persero) Tbk cabang Purbaleunyi didakwa menyuap auditor madya Badan Pemeriksa Keuangan Sigit Yugoharto berupa satu motor Harley Davidson dan beberapa kali fasilitas hiburan malam di karaoke pada sidang dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta pada Kamis (4/1/2018) . (ANTARA Foto) 

WARTA KOTA, PALMERAH -- General Manager PT Jasa Marga (Persero) Tbk cabang Purbaleunyi, Setia Budi, didakwa menyuap auditor madya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sigit Yugoharto berupa satu unit motor Harley Davidson dan beberapa fasilitas hiburan malam di karaoke.

"Terdakwa Setia Budi selaku GM PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi memberi satu unit motor Harley Davidson Sportster 883 tahun 2000 nomor polisi B 5662 JS dan memberi beberapa kali fasilitas hiburan malam di karoke Las Vegas Plaza Semanggi kepada Sigit Yugoharto auditor madya BPK," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Rony Yusuf, dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis.

Sigit Yugoharto selaku Ketua Tim Pemeriksa BPK, kata JPU, melaksanakan tugas Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PDTT) atas pengelolaan pendapatan usaha, pengendalian biaya dan kegiatan investasi pada PT Jasa Marga.

Harley Davidson dan fasilitas karoke itu diberikan karena Sigit Yugoharto telah mengubah hasil temuan sementara tim pemeriksa BPK atas PDTT terhadap pengelolaan pendapatan usaha, pengendalian biaya dan kegiatan investasi pada PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi pada tahun 2015 dan 2016.

Tim pemeriksa BPK terdiri dari Dadang Ahmad Rifa`i (penanggung jawab), Epi Sopian (pengendali teknis), Sigit Yugoharto (ketua tim), Kurnia Setiawan Sutarto dan Imam Sutaya (ketua subtim), bersama Roy Steven, Muhammad Zakky Fathany, Fahsin Pratama, Andry Yustono, Bernat S Turnip dan Caceilia Ajeng Nindyaningrum (masing-masing anggota tim) untuk PDTT 2015 dan 2016.

Pada 8 hingga 10 Mei 2017 dilakukan pemeriksaan, dan tim pemeriksa BPK selama pemeriksaan itu menerima fasilitas menginap selama tiga hari di hotel Santika Bandung yang seluruhnya senilai Rp7,09 juta. Pemeriksaan dilanjutkan di PT Jasa Marga cabang Japek pada 11 hingga 13 Mei 2017.

"Pada 8 Mei 2017, tim pemeriksa BPK, antara lain Epi Sopyan, Kurnia Setiawan Sutarto, Bernat S Turnip dan Roy Steven ke Havana Spa & Karoke di Jalan Sukajadi Nomor 206 Bandung bersama dengan Cucup Sutrisna, Asep Komarwan dan Andriansyah dengan biaya sebesar Rp41,721 juta yang dibayar Janudin dari PT Gienda Putra, yang merupakan subkon pelaksana beberapa proyek di PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi," kata Jaksa Rony.

Pada 31 Juli 2017, kata JPU, tim BPK mendapati dua temuan. Pertama, berupa pekerjaan pemeliharaan periodik, rekonstruksi jalan dan pengecatan marka jalan pada cabang Purbaleunyi tahun 2015 tidak sesuai dengan ketentuan sehingga mengakibatkan kelebihan pembayaran sebesar Rp3,144 miliar.

Kedua, tim itu menemukan pada 2016 ada kelebihan bayar Rp5,942 miliar; pekerjaan pemeliharaan periodik scrapping filling, overlay (SFO) rekonstruksi jalan dan pengecatan marka jalan jalan tol Purbaleunyi Paket 1 ruas tol Cipularang berindikasi proforma, serta material agregat gabungan untuk alat pengatur suhu ruangan (AC) di kamar kecil (WC) tidak sesuai spesifikasi kontrak.

Disebutkan, atas kejadian itu, Lavina Sri Hardini dari Satuan Pengawas Internal PT Jasa Marga melaporkan temuan itu ke Deputi GM Maintenance Service Management PT Jasa Marga, Saga Hayyu SUyanto Putra, yang kemudian melaporkannya ke Setia Budi.

Halaman
123
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help