Diperas Lewat Merger, Kemenristekdikti Targetkan Jumlah Perguruan Tinggi 3.500 PT 'Saja'

"... Ini untuk efisiensi. Dari 4.570 PTN dan PTS yang ada nanti bisa dimerger menjadi sekitar 3.500 PT saja," kata Mohamad Nasir....

Diperas Lewat Merger, Kemenristekdikti Targetkan Jumlah Perguruan Tinggi 3.500 PT 'Saja'
Antaranews.com
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa) 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, mengatakan akan menggalakkan penyatuan atau merger di dunia perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS). Ditargetkan ke depan hanya akan ada 3.500 PT di seluruh Indonesia.

"PTS dengan jumlah mahasiswa di bawah 1.000 perlu untuk merger. Ini untuk efisiensi. Dari 4.570 PTN dan PTS yang ada nanti bisa dimerger menjadi sekitar 3.500 PT saja," kata Mohamad Nasir di Jakarta, Kamis.

Hal itu disampaikan dalam temu media bertajuk Bedah Kinerja 2017, Fokus Kinerja 2018 dan Anugerah Jurnalis dan Media Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) 2017.

Berkaca dari China dengan jumlah penduduk 1,4 miliar jiwa namun hanya memiliki jumlah PT separuh dari yang ada di Indonesia, menurutnya, maka merger antar-PT untuk memperbaiki kualitas menjadi sangat penting.

Nasir mengemukakan bahwa banyaknya PT-PT kecil dikhawatirkan akan memproduksi lulusan yang kurang berkualitas. Namun dia mengakui bahwa pelaksanaan merger antar-PT bukanlah hal mudah untuk dilakukan.

Sebagai langkah awal, katanya, nantinya lima hingga enam perguruan tinggi yang berasal dari satu yayasan yang sama akan dimerger. "Kalau prodinya kurang maka akan dibantu ditambah agar bisa jalan," tuturnya.

Mentri Nasir menegaskan, bagaimanapun hasil riset dan inovasi yang hebat berasal dari institusi pendidikan yang berkualitas. Oleh sebab itu salah satu cara untuk memperbaiki kualitas pendidikan tinggi di Indonesia ialah dengan menjalankan program merger.

Tidak hanya akan menjalankan merger PT, Nasir juga akan membubarkan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) pada tahun 2018, dan menggantikannya dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) untuk mengkoordinasikan PTN dan PTS.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan salah satu rencana dari program reformasi 2018. Dengan LL Dikti Menristekdikti juga mengaku optimistis bahwa layanan Ditjen Kelembagaan menjadi lebih cepat dan mudah.

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved