Periode 2017, Sudinsos Jaksel Jaring 1.492 PMKS

Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan, telah menjangkau sebanyak 1.492 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial selama 2017.

Periode 2017, Sudinsos Jaksel Jaring 1.492 PMKS
istimewa
Sudin Sosial Jakarta berhasil jaring 17 orang dengan PMKS mulai dari Jumat (15/12) hingga Sabtu (16/12/2017) dini hari 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Suku Dinas (Sudin) Sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan, telah menjangkau sebanyak 1.492 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) selama periode 2017.

Kepala Sudin Sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan Mursidin Nasir mengungkapkan, ribuan PMKS tersebut berhasil dijangkau oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) di sejumlah titik pantau wilayah Jakarta Selatan.

"Selama 12 bulan di tahun 2017, sebanyak 1.492 PMKS kita jangkau bersama tim," kata Mursidin, Rabu (3/1/2018).

Mursidin merincikan, 1.492 PMKS yang dijangkau tersebut terdiri dari 268 gelandangan, enam pemulung, 191 pengemis, 80 anak jalanan, 14 PSK/WTS, satu Waria, 320 Psykotik/Stres, 217 pengamen, 19 P. Kotak Amal, dan satu penderita cacat.

Kemudian Sudinsos Jaksel juga menjangkau tukang parkir liar/pak ogah sebanyak 72, pedagang asongan 44, terlantar 220 dan lain-lain sebanyak 39.

"Mereka (PMKS) kita jangkau karena meresahkan masyarakat," terang Mursidin.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Sudin Sosial Jakarta Selatan Anshori menjelaskan, 1.492 PMKS yang dijangkau tersebut diserahkan Ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya 1 Kedoya, dan Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Cipayung.

"Mereka diserahkan ke panti sosial untuk diberikan pelayanan dan pembinaan," tandasnya.

Rawan korban kejahatan

Komisioner Bidang Sosial dan Anak dalam Situasi Darutat KPAI, Susianah Affandi menyatakan, para anak jalanan rawan menjadi korban tindak kejahatan khususnya perdagangan manusia.

Hal itu mengingat para anak jalanan lebih cenderung hidup bebas dan tidak berada di bawah pengawasan keluarga.

"Ini menjadi tugas kita bersama, khususnya pemerintah yang telah diamanatkan dalam UUD 1945. Sejumlah kejahatan yang menimpa anak jalanan karena pengawasan terhadap mereka kurang," katanya.

Selain itu, kenakalan remaja atau anak jalanan juga menurutnya harus menjadi perhatian.

Dalam hal ini, dinas sosial menurutnya punya andil besar dalam melakukan pembinaan agar masa depan anak jalanan menjadi lebih baik.

"Penanganan terhadap anak jalanan memang tidak mudah, apalagi mereka terbiasa hidup bebas. Tapi ini harus dilakukan terus menerus karena mereka masih punya hak menikmati masa depan yang lebih baik dari apa yang mereka jalani saat ini," ujarnya

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved