Kuliner Khas Kepulauan Seribu Dihidupkan Lewat Karya Pemudi

Puluhan pemudi di tiga Kelurahan wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, diberikan pelatihan kuliner.

Kuliner Khas Kepulauan Seribu Dihidupkan Lewat Karya Pemudi
Warta Kota/Dwi Rizki
Sejumlah pemudi dari tiga Kelurahan wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, saat mengikuti pelatihan kuliner, Rabu (3/1). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Guna menghidupkan kembali kuliner khas yang telah lama menghilang akibat perkembangan zaman, puluhan pemudi di tiga Kelurahan wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, diberikan pelatihan kuliner.

Pelatihan tersebut sebagai penunjang sektor dunia pariwisata Jakarta, khususnya Kepulauan Seribu, yang pelaksanaannya digelar di Villa Kedaton Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang.

"Sekarang ini kuliner ciri khas Kepulauan Seribu hampir jarang ditemukan di berbagai acara maupun di tempat jajanan. Jadi melalui pelatihan kami ingin hidupkan kembali lewat karya pemudi," kata Mansyur, Ketua Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Pulau Panggang, Rabu (3/1/2018).

Sejumlah pemudi dari tiga Kelurahan wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, saat mengikuti pelatihan kuliner, Rabu (3/1).
Sejumlah pemudi dari tiga Kelurahan wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, saat mengikuti pelatihan kuliner, Rabu (3/1). (Warta Kota/Dwi Rizki)

Menurutnya, melalui karya ke 30 pemudi ini dan tiga orang pelatih kuliner khas, jajanan kuliner khas Jakarta Kepulauan Seribu bisa diteruskan pada generasi berikutnya dan bisa juga dipasarkan dengan ketentuan zaman now.

"Ke depan Stand jajanan kita akan coba buat disetiap pulau objek wisata pemukimana pada hari weekend, libur nasional maupun liburan panjang. Dengan harapan wisatawan dapat kenal dan membawa serta bercerita," terangnya.

Sementara itu, Yulihardi Lurah Pulau Panggang mengatakan, sangat mengapresiasi.

Karena ini kearifan lokal yang harus diteruskan dan di jaga pada sektor pariwisata Kepulauan Seribu.

"Saya berpesan pada pemudi untuk mengikuti dengan baik dan mempraktekan di rumah. Harus ada kelanjutan jangan hanya memasak saja, tapi bagaimana cara mempacking yang menarik atau pemasaran produk," tutupnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help