Kasus Asusila

Dua WNA Pedofil Sasar Anak Jalanan di Bawah Umur di Blok M

Jajaran Polrestro Jakarta Selatan membongkar sebuah sindikat perdagangan anak di bawah umur yang menjadikan anak jalanan sebagai korban.

Dua WNA Pedofil Sasar Anak Jalanan di Bawah Umur di Blok M
Warta Kota/Feryanto Hadi
Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati Solihah saat memberi keterangan di Mapolrestro Jakarta Selatan, Rabu (3/1/2018). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Jajaran Polrestro Jakarta Selatan membongkar sebuah sindikat perdagangan anak di bawah umur yang menjadikan anak jalanan sebagai korban.

Jaringan itu menjual gadis berusia 12-14 tahun kepada para pemesan yang merupakan warga negara asing.

Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati Solihah menyatakan, pihaknya telah melakukan investigasi dan menemukan para pelaku merupakan jaringan pedofilia internasional.

"Polisi sebelumnya menemukan dua korban anak-anak, namun dari hasil pendalaman, setidaknya kami temukan lima korban," kata Maryati saat memberi keterangan di Mapolrestro Jakarta Selatan, Rabu (3/1/2018).

Ia menambahkan, kelima gadis jalanan berprofesi sebagai penjual tisue di kawasan Blok M Square.

Seorang remaja berisial D (17), menggubungi anak-anak itu dan menawarkan sejumlah uang dengan catatan mereka mau menemani pria bule di sebuah hotel.

Kelima anak-anak terbujuk iming-iming uang itu dan mereka pun dibawa menemui si pemesan. Di hotel itulah terjadi pelecehan seksual.

"Terduga bule sebagai pelaku memberikan uang Rp1,4 juta sementara yang diberikan kepada setiap korban Rp200 ribu. Sisanya diambil oleh D," ujarnya.

Kanit PPA Polrestro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Polisi Nunu Suparmi menjelaskan, jaringan perdagangan anak jalanan ini melibatkan empat perantara.

Mereka bergerilya mencari korban anak jalanan baik melalui sosial media maupun terjun langsung ke jalanan.

"Dua korban yakni CH (11) dan J (12) jadi korbannya. Tapi kami telah kembangkan kasusnya dan ternyata korban lebih banyak," jelasnya.

Ada empat tersangka yang ditangkap dalam kasus ini. Keempat tersangka yakni Dinah (54) yang berperan sebagai ‘mami’, serta tiga perekrut berinisial FW (18), DM (17) dan S (20). Para tersangka berjenis kelamin perempuan.

“Mereka dikenakan Pasal 76 huruf i jo Pasal 88 dan Pasal 6 UU Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara," ujarnya

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help