Cerita Apesnya PKL Jalan Cengkeh yang Ikut Kebijakan Pemerimtah Era Ahok di Era Anies-Sandi

"Kok sekarang Anies-Sandi ... justru mendengarkan para PKL liar itu," kata Hatta Kobra, salah satu tokoh pedagang di Jalan Cengkeh.

WARTA KOTA, GAMBIR -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno, dikabarkan berencana membuatkan lokasi binaan (lokbin) bagi pedagang kaki lima (PKL) yang dianggap liar di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

PKL liar yang akan dipindahkan ke lokbin adalah PKL yang kini menduduki trotoar dan bahu jalan di Jalan Lada, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat.

Dalam keterangannya kepada sejumlah media, Sandiaga tidak menyebut PKL di Jalan lada sebagai PKL liar.

Padahal seperti diketahui dasar penataan kawasan Kota Tua di era pemerintahan sebelumnya, yakni era Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, hanya PKL di Jalan Cengkehlah yang dianggap sebagai PKL legal.

Di era Ahok, penataan PKL dilakukan dengan mengarahkan seluruh pedagang masuk ke lokalisasi PKL di Jalan Cengkeh.

Lokasinya pun disiapkan dengan sejumlah rencana untuk meramaikan Jalan Cengkeh yang letaknya agak jauh dari pusat Kota Tua.

Pemprov DKI berencana menggelar acara musik di jalan ini setiap harinya, diikuti pemindahan parkir bus pariwisata ke sana.

Jalan Cengkeh ditata menggunakan dana kewajiban dari PT Sampoerna Land sebesar Rp 14 milliar.

Namun saat itu PKL kawasan Kota Tua terbelah. Sebagian memilih pro pemerintah, yakni bersetuju pindah ke Jalan Cengkeh. Jumlah PKL yang pro kebijakan pemerintah ini sebanyak 494 orang.

PKL lainnya menolak kebijakan pemerintah dan memilih berdagang di seputar kawasan Kota Tua. Mereka disinyalir memanfaatkan oknum yang ada di sana.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help