Pembuang Sampah Liar di Depok Menurun, Sebagian Besar Pelaku bukan Warga Depok

Pelaku pembuangan sampah liar yang tertangkap tangan Tim Buser Kebersihan Depok sepanjang 2017 tercatat 153 orang. Sebagian besar bukan warga Depok.

Pembuang Sampah Liar di Depok Menurun, Sebagian Besar Pelaku bukan Warga Depok
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Jalan Bandung Terusan, Cinere, Depok, menjadi salah satu lokasi pembuangan sampah liar di Depok, Jumat (19/5/2017). 

WARTA KOTA, DEPOK --  Pelaku pembuangan sampah liar atau ilegal yang tertangkap tangan Tim Buser Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, di sejumlah wilayah di Depok, sepanjang tahun 2017, tercatat 153 orang. Sebagian besar dari mereka ternyata bukan warga Depok.

Mereka sudah diajukan ke Pengadilan Negeri Depok setelah didakwa melakukan tindak pidana ringan (Tipiring) pelanggaran Perda Tibum, dengan sanksi berupa denda.

Jumlah tersebut tercatat jauh menurun dibanding kejadian serupa tahun 2016. Saat itu terdapat 237 orang yang tertangkap tangan petugas Tim Buser Kebersihan Depok karena membuang sampah sembarangan.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Kebersihan DLHK Kota Depok, Kusumo, Selasa (2/1/2018). "Karenanya keberadaan tim buser kebersihan efektif mendisiplinkan pembuang sampah," katanya.

Menurut Kusumo, warga yang kedapatan membuang sampah liar atau ilegal di Depok, tidak seluruhnya warga Depok. Sebagian besar kata dia justru diketahui ber KTP di luar Depok atau bukan warga Depok.

"Dari 153 pembuang sampah ilegal 2017 ini, 70 persen yang terjaring adalah warga luar Depok. Umumnya mereka sekalian melintas wilayah Depok sembari membuang sampah. Mereka adalah waga Bogor, Ciputat, Tangerang, Bekasi dan wilayah lainnya. Setelah diinterogasi, memang ada unsur kesengajaan," kata Kusumo.

Mereka yang tertangkap tangan kemudian didata di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok untuk didaftarkan ke pengadilan dan mengikuti sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring).

Kusumo menyatakan pihaknya akan terus melakukan operasi tangkap tangan terhadap pembuang sampah sembarangan. Petugas akan berjaga di beberapa titik rawan pembuang sampah liar pada jam-jam rawan.

"Pukul 02.00 sampai 03.00 dini hari merupakan jam-jam rawan pembuangan sampah liar. Tim buser kebersihan kami sebanyak 100-an orang akan terus melakukan pengawasan di sejumlah titik. Diharapkan tindakan ini bisa memberikan efek jera kepada para buang sampah sembarangan ," kata Kusumo.

Jika hal ini berhasil, kata Kusumo, cita-cita Kota Depok sebagai kota yang bersih dari sampah sesuai target Zero Waste City tahun 2020 yang telah dicanangkan, akan terwujud sesuai target.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: YB Willy Pramudya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help