Pedagang Blok G Minta Disediakan Tempat Relokasi Sebelum Gedung Blok G Dirobohkan

Ermalis (52), penjual celana Jeans di Pasar Tanah Abang Blok G, belum mengetahui rencana Pemprov DKI yang hendak merobohkan gedung.

Pedagang Blok G Minta Disediakan Tempat Relokasi Sebelum Gedung Blok G Dirobohkan
Warta Kota/Rangga Baskoro
Ermalis (52), penjual celana Jeans di Blok G, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, TANAH ABANG -- Seorang penjual celana Jeans di Pasar Tanah Abang Blok G, Ermalis (52) menyatakan belum mengetahui rencana PD Pasar Jaya dan Pemprov DKI Jakarta yang hendak merobohkan gedung.

"Belum tahu, gak ada kabar," ujar Ermalis di lokasi, Selasa (2/1/2017).

Meski begitu, ia mengharapkan agar pemerintah bisa menyediakan tempat penampungan sementara (TPS) terlebih dahulu sebelum meruntuhkan gedung, agar dirinya bersama pedagang lain bisa terus menjalankan bisnisnya.

Terlebih lagi sejak Jalan Jatibaru Raya direstui Pemprov DKI Jakarta untuk dipergunakan sebagai tempat jual beli, dagangannya semakin sepi karena minimnya akses menuju Blok G.

"Ya harus ada tempatnya dulu. Ini saja sejak gak bisa dilewatin semakin sepi. Dari pagi sampai sore hanya laku 2 celana," keluhnya.

Pedagang lain bernama Hendra (38) mengatakan bahwa kondisi gedung memang sudah buruk. Meski begitu, ia merasa apabila merobohkan gedung hanya membuang-buang anggaran saja.

"Memang gak terawat, ini sih karena gak ada yang merawat saja. Renovasi saja sudah cukup kok. Belum ada 10 tahun umurnya. Pasar Senen saja ada yang sampai berpuluh-puluh tahun baru dibongkar. Buang-buang anggaran saja," ungkap Hendra.

Ia juga mengeluhkan rencana pembangunan gedung yang diprediksi memakan waktu selama 2-3 tahun. Hal itu akan menyulitkannya karena harus memulai bisnis dari awal di tempat yang baru nanti.

"Pasti lama kan bangun gedungnya? Belum lagi kalau molor. Makin sulit saja kondisi kami," katanya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help