Pengunjung Duduk di Taman Monas, Pamdal Klaim karena 3 Speaker Rusak

Taman beserta rumput diinjak dan diduduki sejak digelarnya pesta rakyat tadi malam, Minggu (31/12) lalu.

Pengunjung Duduk di Taman Monas, Pamdal Klaim karena 3 Speaker Rusak
Warta Kota/Rangga Baskoro
Sejumlah pengunjung duduk dan beristirahat di taman-taman Monas, Senin (1/1/2018). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR -- Petugas pengaman dalam (Pamdal) Monumen Nasional (Monas) mengatakan banyaknya pengeras suara (speaker) atau speaker yang rusak menyebabkan banyak pengunjung yang hari ini duduk dan beristirahat di taman-taman Monas.

"Ini speaker yang hidup hanya 1 saja di sisi selatan. Kalau 3 lagi rusak, di sisi barat, utara dan timur," ujar Donny seorang Pamdal Monas di lokasi, Senin (1/1).

Oleh sebab itu ia bersama petugas lain mengaku kuwalahan karena ketika sudah memberitahu pengunjung yang duduk di taman, pengunjung lain berdatangan untuk duduk di tempat yang sama.

Petugas kebersihan Taman Monas sedang memungut sampah yang berserakan di jalan taman, Senin (1/1/2018).
Petugas kebersihan Taman Monas sedang memungut sampah yang berserakan di jalan taman, Senin (1/1/2018). (Warta Kota/Rangga Baskoro)

"Datang-datang lagi pengunjung yang baru. Jadi kami capek juga ngasih tahunya. 20.000 pengunjung hanya dikawal 30 orang saja. Kalau ada speaker lumayan membantu," ujarnya.

Alasan lain banyaknya pengunjung yang melanggar peraturan adalah lantaran sedikitnya lokasi yang bisa dijadikan area sebagai tempat duduk pengunjung.

"Area duduk itu sebenarnya ada di sisi selatan, di dekat IRTI dan Lenggang Jakarta. Tapi ya gak cukup juga sih buat menampung segini banyak pengunjung," ungkap Donny.

Sementara itu, Ramdan (59) petugas pengelola bangunan Unit Pengelolaan Kawasan (UPK) Monas menuturkan taman beserta rumput diinjak dan diduduki sejak digelarnya pesta rakyat tadi malam, Minggu (31/12) lalu.

"Semalam itu banyak banget yang datang. Jalan saja sulit, bagaimana mau ngasih tahu?" ujar Ramdan.

Meski begitu, ia menyatakan kondisi rumput akan kembali normal apalagi disirami air pada beberapa mendatang.

Sementara itu tanaman lainnya yang mengalami kerusakan perlu dilakukan pergantian lantaran mati terinjak-injak pengunjung.

"Rumput sig mudah dirawat, kalau tanamannya ya sudah mati. Padahal ngerawatnya susah. Ampun deh, kesadaran masyarakatnya sangat kurang. Padahal sudah ada imbauan dan tulisan," keluhnya. (*)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help