Korban Jembatan Gantung Putus Sebanyak 35 orang, Satu Meninggal

Dari 35 orang korban jembatan gantung putus, lima orang luka berat, sisanya luka ringan. ... satu orang meninggal dunia.

WARTA KOTA, PALMERAH -- Jajaran Polsek Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat terus melakukan validasi data jumlah korban jembatan gantung putus di lokasi objek wisata penangkaran rusa Cariu, Desa Sidangrasa, hingga Senin malam pukul 22.10 WIB menjadi 35 orang.

"Data memang berubah-ubah karena lokasi korban dirawat ada di beberapa puskesmas dan rumah sakit, karena minimnya petugas. Data tervalidasi dobel-dobel tapi setelah dilakukan pemutakhiran, datanya ada 35 orang," kata Kapolsek Tanjungsari, Iptu Muhaimin saat dihubungi Antara.

Muhaimin mengatakan dari 35 orang korban jembatan gantung putus, lima orang luka berat, sisanya luka ringan. Dari lima orang luka berat tersebut, satu orang meninggal dunua.  Korban tewas bernama Neni (45 tahun), beralamatkan Ciketing Barat, Bantar Gebang, Bekasi.

"Korban meninggal dunia di rumah sakit karena  luka yang dialami cukup parah. Korban dirujuk ke RSUD Cileungsi. Informasi yang kami terima korba  mengluarkan darah dari telinga," katanya.

Peristiwa jembatan gantung putus terjadi pada sekitar pukul 15.15 WIB. Jembatan ini berlokasi di objek wisata penangkaran rusa yang dikelola oleh Perhutani di Desa Sirnarasa, Kecamatan Tanjungsari.

Jembatan gantung ini terbuat dari bambu biasa yang digunakan warga sekitar dan pengunjung objek wisata. Panjang jembatan gantung ini 44 meter, sementara lebarnya  kurang lebih satu meter dan tinggi  2,5 meter dari atas Sungai Cipamingkis.

Diduga kondisi jembatan semi permanen dan sudah tua ini putus pada bagian ujung dekat penangkaran rusa. Begitu putus, seketika jembatan terhempas ke sungai yang airnya menyurut dan terdapat banyak bebatuan kali berukuran besar.

"Diduga karena kelebihan beban, kondisi jembatan juga sudah tua. Pihak pengelola juga tidak membatasi jumlah pengujung yang menyebrangi jembatan," katanya.

Korban putusnya jembatan gantung adalah pengunjung wisata penangkaran rusa. Sebagian besar berasal dari Bogor, namun ada juga yang berasal dari Bekasi, Cikarang dan Karawang.

Seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis, yakni korban luka ringan yang dirawat di Puskesmas Tanjungsari. Sedangkan korban yang mengalami luka berat dirujuk ke RS Medi Cibarusa Bekasi dan RS Permata Jonggol.

Menurut Muhaimin hingga malam ini situasi di lokasi sudah kondusif. Beberapa korban sudah ada yang boleh pulang ke rumah masing-masing, sehingga hanya tersisa tujuh orang yang kini dirawat di puskesmas dan empat orang yang mengalami luka berat dan dirawat di rumah sakit.

"Untuk korban meninggal dunia juga sudah dibawa pulang ke rumah duka di Bekasi," katanya.

Menurut Muhaimin, pihaknya telah meminta keterangan petugas Perhutani di penangkaran rusa. Sementara pejabat Perhutani sudah mendatangi rumah duka para korban.

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help