Kasus Narkoba

Tak Ingin Kecolongan Lagi, Menhub Siapkan Barikade Antisipasi Pilot Bernarkoba

Menhub Budi Karya Sumadi sedang menyiapkan sistem yang akan menjadi barikade mencegah terulangnya kasus pilot mengonsumsi narkotika.

Tak Ingin Kecolongan Lagi, Menhub Siapkan Barikade Antisipasi Pilot Bernarkoba
Kompas TV
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, saat peluncuran stiker untuk taksi online. 

WARTA KOTA, SEMARANG - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan sedang menyiapkan sistem yang akan menjadi barikade mencegah terulangnya kasus pilot yang mengonsumsi narkotika, termasuk sabu-sabu.

"Tadi pagi saya ketemu Pak Buwas. Akan membuat suatu format tertentu agar kalau mau menembak tikus, tidak membakar rumahnya semua," katanya, di Semarang, Sabtu malam (30/12), mengacu pertemuannya dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso (Buwas).

Menanggapi kembali kasus tertangkapnya pilot maskapai penerbangan yang positif mengonsumsi narkoba, Budi mengakui gejala pilot menggunakanya bukan terjadi di Indonesia saja, melainkan juga di sejumlah negara lain, yang juga menerapkan pengamatan terhadap gaya hidup (lifestyle) awak penerbangan sipil.

"Kami akan membuat satu konsep tertentu, memang pernah dilakukan di negara maju. Kami akan belajar dari negara tersebut, aplikasikan, dan lakukan satu kajian, pengamatan, dan penelitian terhadap lifestyle pilot," katanya.

Baca: Bila Terbukti Pilot Lion Air akan Ditindak dan Aktivitas Pemesanan Tiket Lion Air masih Normal

Ia tidak menginginkan kasus pilot yang mengonsumsi narkoba kembali terulang, apalagi jika ternyata nanti banyak ditemukan kasus serupa akan menjadi bumerang karena tidak melakukan langkah preventif.

Oleh karena itu, Budi menegaskan perlunya membuat semacam barikade untuk mengantisipasi terjadinya kasus pilot yang mengonsumsi narkoba.

Berkaitan dengan sanksi, ia menyebutkan bagi pilot yang mengonsumsi narkoba sudah jelas hukuman (punishment) untuknya, yakni dimulai dari skorsing hingga larangan terbang yang dilakukan setelah ada pembuktian yang tidak membutuhkan waktu lama.

"Saya pikir harus secara langsung melakukan satu punishment yang sesuai dengan kesalahannya. Apabila terbukti positif menggunakan itu, maka tidak ada jalan lain, kecuali dicabut sertifikatnya sebagai penerbang," kata Direktur Utama Angkasa Pura II (AP II) periode 2015--2016 itu.

Untuk permasalahan pidana yang menjeratnya sebagai pelaku penyalahgunaan narkoba, menurut dia, tetap berjalan sesuai dengan ranahnya.

"Bagi maskapai, kami akan evaluasi bagaimana mereka melakukan pembinaan. Makanya, kami akan membuat satu konsep tertentu sebagai barikade supaya kasus serupa tidak terjadi lagi," demikian Budi Karya Sumadi. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help