Komunitas Pencinta Hewan Sayangkan Penjualan Bebas Racun Anjing

Ditegaskan, atas dasar apa pun ... penyiksaan dan peracunan terhadap anjing tidak seharusnya terjadi.

WARTA KOTA, PALMERAH -- Komunitas pecinta hewan  menyesalkan maraknya kasus penyiksaan terhadap hewan seperti penelantaran dan pemberian racun terhadap anjing.

Demikian antara lain isi keterangan tertulis Ketua Animal Defenders Indonesia Doni Herdaru Tona yang diterima Warta Kota di Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Ditegaskan, atas dasar apa pun, baik karena ketidaksukaan pribadi maupun modus dalam aksi pencurian anjing untuk dikonsumsi, penyiksaan dan peracunan terhadap anjing tidak seharusnya terjadi.

Komunitas Animal Defenders Indonesia, katanya, menemukan beberapa pasar yang menjual dan menyediakan racun bagi anjing, bahkan dengan level mematikan.

Situs-situs e-commerce online terkenal sekalipun juga mengakomodasi penjualan racun anjing mematikan dengan harga sangat terjangkau bahkan dalam sachetan.

Oleh karena itu, potensi penyalahgunaan sangat dimungkinkan oleh siapa saja yang membeli racun tersebut.

"Kami selidiki bahwa tidak ada izin dari BPOM/ Deperindag/Dinas Provinsi, Kabupaten, Kota atau instansi lainnya," tulis Doni.

Doni mengatakan bahwa aksi tersebut bertentangan dengan PP Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Permendag Nomor 75/MDag/Per/10/2014 mengenai Pengawasan Pendistribusian Bahan Berbahaya.

"Pengelola marketplace selayaknya punya acuan khusus untuk mengawasi peredaran bahan berbahaya ini dan tidak mengakomodir yang berpotensi membahayakan manusia dan makhluk lainnya," kata Doni.

Penulis: Hamdi Putra
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help