Kereta Bandara

Kereta Bandara Menyerap Angka Kemacetan di Jakarta

Kehadiran moda transportasi massal tersebut disambut suka cita oleh warga. Masyarakat pun antusias menjajal menaiki Kereta Bandara ini.

Kereta Bandara Menyerap Angka Kemacetan di Jakarta
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Kereta Bandara Soekarno-Hatta tiba di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta Pusat, saat tahap uji coba, Selasa (28/11/2017). Kereta Bandara Soekarno-Hatta akan mulai beroperasi pada Desember 2017. PT Railink, operator kereta bandara, akan memberikan diskon sebesar 70 persen sebagai harga perkenalan selama bulan pertama operasional. Mulai Januari 2018, tarif akan berubah menjadi Rp 100 ribu per penumpang. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Kereta Bandara Soekarno Hatta dilakukan uji coba berbayar melayani masyarakat pada Selasa (26/12/2017) kemarin.

Dan mulai diresmikan beroperasi normal pada 2 Januari 2018 mendatang.

Kehadiran moda transportasi massal tersebut disambut suka cita oleh warga. Masyarakat pun antusias menjajal menaiki Kereta Bandara ini.

Dengan adanya Kereta Bandara dapat menyerap angka kemacetan di Jakarta.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Dirut PT Angkasa Pura II, Muhammad Awalludin selaku pengelola Bandara Soekarno Hatta.

"Setiap hari saja pergerakan penumpang mencapai 150.000 yang datang ke Bandara Soetta di hari normal. Lonjakannya lebih dari 200.000 penumpang pada hari libur seperti Lebaran dan Natal. Maka dari itu kami desain pakai transportasi publik yang nyaman seperti kereta bandara ini untuk mengangkut penumpang dan menyerap angka kemacetan," ujar Awalludin kepada Warta Kota, Rabu (27/12/2017).

Ia menjelasan sebelum adanya Kereta Bandara, pengguna jasa Bandara Soetta terserap dengan sejumlah aramada transportasi lainnya.

Di antaranya taksi, bus, dan Jakarta Airport Connection.

"Dengan alat trasportasi itu saja baru menyerap sekitar 70.000 pengguna jasa Bandara. Hitung - hitungannya masih sisa 80.000 lagi yang belum terserap," ucapnya.

Awalludin berharap kehadiran Kereta Bandara dapat mengurangi traffic yang menggunakan kendaraan pribadi.

Terlebih untuk para pengguna jasa Bandara Soetta.

"Dengan adanya Kereta Bandara dapat menyerap lebih dari 35.000 penumpang. Dan sisa dari 80.000 pengguna jasa bandara ini diharapkan bisa pindah naik kereta tidak menggunakan mobil pribadi sehingga bisa mengurangi kemacetan,

"Daya tampung kendaraan pribadi beralih ke transportasi massal. Masyarakat pun bisa lebih nyaman dan pasti kedatangan serta keberangkatannya dengan menggunakan Kereta Bandara ini," kata Awalludin

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help