Ini Cara Zoya Agar Koleksinya Selalu Jadi Pilihan Konsumen

Bila sebelumnya berkonsep house of brand (rumah dengan beberapa merek busana), kini Zoya berganti sebagai brand house.

Ini Cara Zoya Agar Koleksinya Selalu Jadi Pilihan Konsumen
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
DIGITAL-- Selain membuka toko, Zoya juga menggarap pangsa pasar online dengan mengalokasikan 40 persen dari promosi di media internet. Begitu juga menggaet puluhan influencer. Rifka Martha salah satu influencer yang didapuk Zoya untuk mempromosikan produk Zoya. 

Laporanwartawan Wartakotalive.com, Lilis Setyaningsih

WARTA KOTA, BANDUNG -- Bisnis busana muslim  terus tumbuh seiring makin tingginya permintaan busana muslim di Indonesia.

Bahkan industri busana muslim menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan dibidang ekonomi kreatif selain bidang kuliner.

Sebagai negara muslim terbesar di dunia, permintaan busana muslim akan tinggi seiring dengan kesadaran para wanita Indonesia mengenakan busana muslimah.

Kondisi ini ditambah juga permintaan dari negara muslim lainnya yang juga tertarik dengan busana muslim dari Indonesia yang dianggap desain serta kualitasnya diakui punya daya saing secara global.

Melihat besarnya pangsa pasar busana muslim, Shafco Enterprise, sebuah holding company yang bergerak dalam bidang muslim fashion sejak tahun 1989 terus berbenah.

Selain meneluarkan banyak brand untuk menggaet aneka segmen pasar, juga membuat jaringan toko,hingga memadukan konsep online dan offline.

Zoya tercipta pada tahun 2005 yang merupakan hasil transformasi Rumah Kerudung dan Baju Lamara yang berisikan seperti Zoya, Personal Scarf, Sajeeda, dan Mahsya.

LENGKAP -- Lebih dari 200 motif kerudung hadir dengan material baru seperti polytexture glitter dan satin embossed di Zoya Super store
LENGKAP -- Lebih dari 200 motif kerudung hadir dengan material baru seperti polytexture glitter dan satin embossed di Zoya Super store (Warta Kota/Lilis Setyaningsih)

Bila sebelumnya berkonsep house of brand (rumah dengan beberapa merek busana), kini Zoya berganti sebagai brand house.

Terdiri dari tiga pilar utama, yaitu retail (melalui own store), keagenan dan distribusi sampai pada model bisnis toko jaringan.

Halaman
123
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved