Menunda Beli, Rumah Idaman Hanya Akan Jadi Khayalan

Dari riset Rumah123.com, semakin menunda beli properti, siap-siap kehilangan 4-8 persen ukuran properti yang bisa dibeli tiap tahunnya.

Menunda Beli, Rumah Idaman Hanya Akan Jadi Khayalan
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
IGNATIUS Untung, Country General Manager Rumah123.com, Rabu (20/12/2017). 

WARTA KOTA, KUNINGAN --- Siapa yang tidak ingin memiliki rumah yang dekat ke mana-mana, ramai, fasilitas lengkap, dan desain yang bagus serta luas. Namun, seringkali angan-angan itu terbentur dana yang terbatas.

Lalu apakah angan-angan itu harus terkubur saja atau menunda sampai waktu yang tidak ditentukan? Apa solusinya?

Menurut Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung, semakin lama menunda justru akan membuat rumah idaman itu bisa jadi khayalan saja.

“Semakin ditunda, semakin tidak mampu membeli. Kenaikan harga rumah dan inflasinya  membuat nilai uang yang didapat tidak terkejar dengan harga rumah. Kecuali mampu mendapat promosi berturut-turut, tapi itu kan tidak banyak,” ujar Untung saat Press Conference bertajuk 'Menilik Cara Agar Semua Orang Bisa Punya Rumah, Tanpa Kecuali' di kantor Rumah123.com di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (20/12/2017).

Tidak sedikit financial planner yang menyarankan agar uang yang ditabung sebaiknya diinvestasikan saja. Namun bagi Untung, investasi seringkali juga belum dapat mengejar harga rumah yang diinginkan. Sebaiknya, beli saja rumah sesuai uang yang ada. Namun juga jangan asal membeli. Tetap memperhatikan lokasi.

Walaupun masih sepi dan di pinggiran kota, tapi perhatikan juga akses transportasi massalnya. Kelak ketika ingin menjual rumah tersebut, harganya pasti akan jauh lebih tinggi dan bisa sebagai uang muka untuk membeli rumah yang lebih baik.

Dari riset Rumah123.com disimpulkan, semakin menunda beli properti, siap-siap kehilangan 4-8 persen ukuran properti yang bisa dibeli tiap tahunnya.

Sayangnya, bagi  kebanyakan para milenial yang menjadi target pembeli rumah saat ini, traveling dan gaya hidup --di antaranya untuk membeli gadget-- masih menjadi pilihan ketimbang membeli rumah. Kebanyakan mereka menunda dulu. Padahal semakin menunda, kesempatan membeli rumah yang diinginkan menjadi semakin menjauh.

Untung menyarankan, sebaiknya rumah dibeli 3 tahun sebelum akan menikah. Ketika sudah menikah, akan banyak kebutuhan. Membeli keperluan anak, sekolah, dan lainnya.

“Kebanyakan bukan karena tidak mampu, tapi karena ketidakmauan untuk membeli properti,” ujar Untung.

Halaman
123
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved