Karyawan BTN Kepergok Bersetubuh dengan Karyawati Taspen, Lalu Kena Hukum Adat

Hubungan intim perselingkuhan itu di Perumahan BTN Taman Ria State, Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi.

Karyawan BTN Kepergok Bersetubuh dengan Karyawati Taspen, Lalu Kena Hukum Adat
Tribun Medan
Pasangan selingkuh dihukum adat dengan cara direndam di air. 

WARTA KOTA, BOGOR - Oknum karyawan BNI terpergok warga sedang melakukan hubungan intim dengan selingkuhannya pegawai Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Hubungan intim perselingkuhan itu di Perumahan BTN Taman Ria State, Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi.

Akibat perbuatannya, keduanya pun direndam di laut pada Senin (18/12/2017) pagi.

Sambil menutupi tubuhnya pakai sarung, pasangan selingkuh ini ditemani oleh petugas sebagai saksi adat, kemudian direndam di laut dekat sebuah hotel di Jalan Malonda, Kecamatan Palu Barat.

Adapun pelanggar hukum adat karena kedapatan selingkuh.

Diketahui prianya berinisial NS, karyawan BNI Palu yang tinggal di Perumahan BTN Taman Ria State, Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi.

Sedangkan si perempuannya berinisial DR, warga Jalan Tanggul, Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan yang sehari-harinya bekerja sebagai pegawai Taspen Palu.

Selain direndam di laut atau nilabu, sanksi atau givu (denda) lain yang diberikan oleh Lembaga Adat Kelurahan Silae terhadap pasangan selingkuh ini yakni membayar denda senilai jutaan rupiah dan nipali atau dikeluarkan dari kampung/Kelurahan Silae.

Hukum adat tersebut dilaksanakan karena kedua orang tersebut melanggar ketentuan adat di Kelurahan Silae, yaitu memasuki kamar yang bukan muhrimnya atau suami istri.

Proses perendaman yang dianggap sebagai buang sial terhadap daerah perkampungan tersebut, turut dihadiri oleh pemerintah kelurahan dan kecamatan setempat, lembaga adat Kelurahan Silae, tokoh agama, tokoh masyarakat setempat, Kasat Binmas Polres Palu, AKP Widodo Sugiharto, Kapolsek Palu Barat Iptu Sudirman, Danramil Palu Barat, serta warga Silae dan sekitarnya.

Kegiatan nilabu atau direndam di laut tersebut berlangsung sekitar sejam dan disaksikan warga sekitar.

Kemudian setelahnya, sekitar pukul 10.15 Wita si pria berinisial NS itu diantar ke perbatasan Kelurahan Silae dan Kelurahan Lere Jalan Cumi-cumi untuk dinipali atau dikeluarkan dari kampung Kelurahan Silae oleh lembaga adat setempat.

“Selama kegiatan berlangsung, situasi aman terkendali. Keduanya tertangkap basah pada pertengahan November 2017 lalu.” kata Kapolsek Palu Barat Iptu Sudirman, sebagaimana dikutip dari Sultengterkini.com. (Abdi Tumanggor)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved