WartaKota/
Home »

Bisnis

» Mikro

Klik46: Aplikasi Kasir Online dan PPh

Klik46 memudahkan transaksi pelaku usaha UMKM sekaligus terintegrasi dengan pembayaran PPh final 1 persen dan pelaporan SPT Tahunan.

Klik46: Aplikasi Kasir Online dan PPh
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Pendiri Klik46 Leonard Tarigan saat peluncuran Klik46 di Tjikini Lima, Senin (18/12/2017). 

WARTA KOTA, MENTENG-Tidak semua pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki pencatatan keuangan yang baik. Sehingga ketika harus membayar pajak ada kendala.

"Motivasi untuk membayar pajak ada untuk UMKM namun masih banyak yang perlu bimbingan banyak pihak. Terutama pencatatan keuangan yang belum ter-record dengan baik," ujar Pendiri Klik46 Leonard Tarigan saat peluncuran Klik46 di Tjikini Lima, Senin (18/12/2017).

Padahal, berdasarkan Undang-Undang, setiap Wajib Pajak yang memiliki omset di atas Rp 4,8 miiiar per tahun memiliki kewajiban untuk membayar PPh sesuai tarif Pasal 17 UU Pajak Penghasilan (PPh).

Sementara 6 Pajak dengan omset di bawah Rp 4,8 miliar per tahun mendapat fasilitas pajak yang jauh lebih kecil sebesar 1 persen dan bersifat final.

Leonard menjelaskan, pelaku UMKM sebagian besar tidak memiiiki catatan keuangan, kewajiban tersebut tidak dapat dipenuhi dengan baik.

Bukan karena mereka tidak memiliki kemauan atau dana untuk membayamya, tetapi karena tidak cukup memiliki pengetahuan dan sulit untuk memahami seluk-beluk perpajakan.

Fakta itulah yang menjadi alasan dibuat aplikasi berbasis android “Klik46” yang dirancang untuk memberikan 2 (dua) manfaat sekaligus bagi pelaku usaha UMKM, yaitu menjadikan telepon genggam sebagai mesin kasir online untuk pencatatan transaksi usaha sekaligus terintegrasi dengan penghitungan, pembayaran PPh final 1 persen, dan pelaporan SPT Tahunan bagi Wajib Pajak UMKM sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013.

Salah satu pendiri Klik46 Laurent Malau mengatakan, perhitungan pajak sesungguhnya juga memerlukan tenaga ahli khusus. Sementara para pelaku UMKM biasanya belum memiIiki kemampuan untuk menggaji tenaga yang khusus menangani keuangan, apalagi untuk mengerjakan administrasi perpajakan.

Lebih jauh lagi, jika para pelaku usaha tersebut hendak membuat pencatatan secara elektronik, diperiukan investasi peralatan yang tidak murah, sehingga sebagian besar pelaku usaha memilih untuk tidak mengadministrasikan transaksi usaha mereka.

Padahal, pencatatan keuangan, termasuk di dalamnya perpajakan, justru diperlukan oleh para pelaku usaha untuk melihat dan mengevaluasi proses bisnis yang dijalaninya sehingga memungkinkan untuk dikembangkan lebih besar.

Halaman
12
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help