Bila Perpustakaan Lengkap Ada di Daerah

Akses mobile internet akan membuka lebar pasar. Banyak orang dapat bersaing dan mengambil kesempatan yang sama untuk berbisnis.

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Lilis Setyaningsih

WARTA KOTA, SENAYAN - Akses mobile internet akan membuka lebar pasar.

Banyak orang dapat bersaing dan mengambil kesempatan yang sama untuk berbisnis.

Sayangnya penetrasi internet belum merata di Indonesia. Wilayah Indonesia timur lebih ketinggalan dibandingkan Indonesia bagian barat.

Fahrurrozi (22) memberanikan diri membuka usaha pangkas rambut setelah mendapatkan ilmu dari YouTube, dengan memanfaatkan Iayanan internet gratis yang disediakan di perpustakaan Desa Sandik, Lombok Barat. Sekarang ia memiliki penghasilan Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per hari.

"Sebelum dapat ilmu dari You Tube nama-nama potongan seperti under cut ngga tahu. Tapi sekarang pas orang minta potongan under cut jadi tahu. Sebenarnya teknik-teknik mencukur sudah tahu tapi lebih dapat ilmu baru," ujar Fahrurrozi saat acara PerpuSeru yang dilaksanakan Coca Cola Foundation Indonesia di Senayan Golf, Jumat (15/12).

Yenny Feridha, salah satu staf Perpustakaan di Kotawaringin Barat Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, merasakan perbedaan situasi perpustakaannya setelah adanya jaringan internet yang bisa diakses 24 jam non stop.

"Awalnya kalo menunggu pengunjung datang itu sampai ngantuk. Akhirnya kami suka bikin kegiatan arisan dan kegiatan yang menyenangkan bersama staf biar tidak bosan," ujarnya.

Setelah difasilitasi PerpuSeru, perpustakaannya kini selalu ramai. "Dulu cari pengunjung 7 orang perhari aja susah. Sekarang rata-rata 500 orang," kata Yenny.

Selain difasilitasi buku serta internet yang kencang dan gratis, perpustakaan inipun punya banyak kegiatan serta kafe.

Halaman
1234
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved