Sebelum Jadi Presiden, Jokowi Pernah Terjebak Macet Saat Menuju Sukabumi

Dalam pengerjaan proyek tersebut, Jokowi berpesan kepada jajarannya agar menggunakan pola padat karya.

Sebelum Jadi Presiden, Jokowi Pernah Terjebak Macet Saat Menuju Sukabumi
Warta Kota/Henry Lopulalan
Presiden Joko Widodo saat acara Pemberian Nama Pesawat N219 di Base Ops, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur , Jumat (10/11/2017). Presiden memberikan nama Nurtanio kepada purwarupa pesawat N219 yang merupakan karya anak bangsa hasil kerja sama PTDI dan LAPAN. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Jauh sebelum terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia berdampingan dengan Jusuf Kala pada 2014, Joko Widodo mengaku pernah terjebak macet saat menuju Sukabumi, Jawa Barat.

Selama enam jam, Jokowi merelakan diri mengendarai mobil, walaupun diketahui jarak yang ditempuhnya hanya sekitar 60 kilometer.

"Saya pernah mencoba naik mobil dari Bogor sampai Sukabumi tanpa pengawalan, tapi sebelum jadi Presiden, memakan waktu enam jam, padahal hanya kurang lebih 60 kilometer. Harusnya itu satu setengah jam, paling lama dua jam. Hal-hal seperti ini tidak boleh kita teruskan," ujarnya lewat keterangan tertulis, saat peletakan batu pertama pembangunan jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (15/12/2017).

Baca: Jokowi: Dari Bandara Soekarno-Hatta ke Sukabumi Sembilan Jam, Betul-betul Terlalu!

Beriringan dengan pengalaman pahit tersebut, sekaligus mengatasi kepadatan jalan raya lintas Bogor dan Sukabumi yang kini sangat jenuh, Jokowi menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan pembangunan sejumlah sarana transportasi, salah satunya pembangunan jalur ganda kereta api lintas Bogor-Sukabumi.

"Saya sudah perintahkan agar jalur ganda ini segera dimulai, dan hari ini kita mulai pengerjaannya. Kita harapkan yang Bogor-Sukabumi ini akan selesai pada tahun 2020. Ini akan mengurangi kemacetan yang ada di jalan raya," tuturnya.

Dalam pengerjaan proyek tersebut, Jokowi berpesan kepada jajarannya agar menggunakan pola padat karya, dengan lebih memprioritaskan pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Baca: Haji Lulung: Enggak Ada Preman di Pasar Tanah Abang

"Jangan memakai alat-alat berat terlalu banyak, sehingga akan banyak orang yang bisa bekerja di dalam proyek ini. Nanti akan saya lihat di lapangan seperti apa," imbuhnya.

Selain pembangunan jalur ganda kereta api, pemerintah kini tengah menyelesaikan pembangunan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) yang diketahui mangkrak sejak 1997 silam.

Karena itu, sejak 2015, pengerjaan jalan tol telah diambil alih oleh BUMN. Pengerjaan seksi I yang menghubungkan Ciawi hingga Cigombong itu ditargetkan selesai pada Maret mendatang.

Baca: Anggap Hiburan, Fadli Zon Koleksi Meme Dirinya

"Dua tahun yang lalu saya lihat yang namanya Tol Bocimi, itu sudah sejak 1997 sampai 2015 maju satu meter saja tidak. Ternyata ganti-ganti investor. Empat kali ganti investor, tidak dimulai-mulai," ungkapnya.

"Alhamdulillah sekarang berjalan dengan baik. Kita harapkan nanti yang Bogor-Cigombong insya Allah Maret tahun depan selesai," harapnya. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help