Rudy Hartono dan Lim Swie King Prihatin Kondisi Tunggal Putra

Sejak Rudy Hartono, Liem Swie King, Hariyanto Arbi, hingga Taufik Hidayat, tunggal putra Indonesia kerap berjaya.

Rudy Hartono dan Lim Swie King Prihatin Kondisi Tunggal Putra
Harian Super Ball
Harian Super Ball edisi Jumat (15/12/2017) halaman 14 

WARTA KOTA.COM - Dua legenda bulu tangkis Indonesia, Rudy Hartono dan Liem Swie King, prihatin dengan prestasi di nomor tunggal putra dalam beberapa tahun terakhir.

Keduanya menantikan kebangkitan Indonesia pada nomor tunggal putra.

Berjayanya pasangan putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memberikan sedikit ironi bagi pencinta bulu tangkis Indonesia.

Prestasi itu membuat publik merindukan kejayaan pada nomor tunggal putra.

Bukan tanpa alasan, sejak zaman Rudy Hartono, Liem Swie King, Hariyanto Arbi, hingga Taufik Hidayat, Indonesia kerap berjaya pada nomor tunggal putra.

Pebulu tangkis asal Indonesia menjadi sosok yang ditakuti pada nomor tersebut.

Namun, prestasi Indonesia pada nomor tunggal putra cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Baca: Pep Guardiola Sebut David Silva Binatang yang Mengincar Kemenangan

Tunggal putra andalan Indonesia, seperti Anthony Ginting dan Jonathan Christie belum bisa menyamai prestasi dari para pendahulunya.

Menurut Rudy Hartono, ada yang kurang dengan pembinaan bulu tangkis saat ini.

"Saat ini, Indonesia tidak menguasai semua nomor seperti ketika saya masih bermain, kita harus bersaing keras dengan negara-negara yang dulu tidak diperhitungkan. Berarti ada kekurangan pada pembinaan bulu tangkis," ujar Rudy Hartono seperti dikutip dari Bola.com.

"Beberapa tahun terakhir, Indonesia kekurangan pemain tunggal yang berkualitas. Saya berharap, pada masa depan Indonesia kembali mendominasi di nomor tunggal," lanjutnya.

Hal serupa diungkapkan Liem Swie King. Menurutnya, banyak faktor yang membuat Indonesia kekurangan prestasi pada nomor tunggal putra.

"Saya prihatin melihat prestasi tunggal putra, sudah sekian lama kita lihat kosong (prestasi). Itu yang sudah sekian lama kita tunggu-tunggu (pemain tunggal putra hebat). Menurut saya, banyak faktor yang membuat tunggal putra kita tertinggal, seperti sistem poin yang berpengaruh," katanya.

Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Jumat (15/12/2017)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved