Dulu Diresmikan Ahok, Kini Gedung Parkir Polda Metro Mangkrak

Berdasarkan rencana awal, pembangunan gedung itu dilakukan PT Jaladri Kartika Ekapaksi yang merupakan anak usaha Agung Podomoro Group.

Dulu Diresmikan Ahok, Kini Gedung Parkir Polda Metro Mangkrak
Kompas.com
Pembangunan lahan parkir Polda Metro Jaya yang merupakanm hibah Pemprov DKI Jakarta. 

WARTA KOTA, JAKARTA- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono enggan membeberkan mengapa pembangunan gedung parkir di Markas Polda Metro Jaya batal dibiayai melalui kewajiban pengembang proyek reklamasi teluk Jakarta.

"Alasannya kan itu tanah polisi, pakai anggaran polisi," ujar Argo diMapolda Metro Jaya, Kamis (14/12/2017).

Argo juga tidak menjelaskan saat ditanya apakah pihaknya sudah mengkomunikasikan batalnya penggunaan dana dari pengembang proyek reklamasi tersebut kepada Pemprov DKI. Dia malah menyuruh pewarta menanyakan itu langsung ke Pemprov DKI.

"Tanyakan ke Pemprov ya. Kita pakai APBN (membangun gedung parkir)," kata Argo.

Sebelumnya, Argo mengatakan, pembangunan gedung parkir itu akan dimulai pada 2018. Dia tidak tahu persis berapa anggaran yang dikeluarkan untuk proyek tersebut.

Berdasarkan rencana awal, pembangunan gedung itu dilakukan PT Jaladri Kartika Ekapaksi yang merupakan anak usaha Agung Podomoro Group.

Basuki Tjahaja Purnama, saat masih sebagai gubernur DKI Jakarta, bersama Kapolda Metro Jaya saat itu, Jendral Tito Karnavian, melakukan groundbreaking pembangunan lapangan parkir tersebut pada 2 Maret 2016.

Gedung parkir di atas lahan seluas 30.526 meter persegi itu rencananya dibangun menjadi delapan lantai dengan fasilitas landasan helikopter di atap bangunan (P-8). Selain itu, terdapat ruang kerja administrasi kantor di lantai dasar (P-1) dan lantai 1 (P-2).

 Pembangunan gedung parkir itu hingga saat ini mangkrak. Tak ada aktivitas pengerjaan proyek sejak peletakan batu pertama pada Maret 2016.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi pada Rabu (13/12/2017), tak terlihat kendaraan proyek maupun para pekerja yang mengerjakan proyek di atas lahan seluas 30.526 meter persegi itu.

Saat peletakan batu pertama Maret lalu, kendaraan berat yang disiagakan di lokasi.

Saat ini lokasi tersebut digunakan untuk lahan parkir kendaraan dinas polisi dan masyarakat. Terlihat pula sejumlah kendaraan barang bukti tindak pidana yang terparkir di sana.

Kondisi parkirannya pun semerawut. Banyak kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya.

KOMPAS.COM/Akhdi Martin

Berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul Alasan Polisi Batal Pakai Dana Pengembang Reklamasi untuk Bangun Gedung Parkir

Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved