Terkikis Air Sungai, Belasan Rumah di Sukmajaya Depok Rusak, Tiga Nyaris Ambruk

"Ada 12 rumah yang kena; tiga rumah (di antaranya) rusak berat," kata Suyono, warga sekitar ... Rabu (13/12/2017).

Terkikis Air Sungai, Belasan Rumah di Sukmajaya Depok Rusak, Tiga Nyaris Ambruk
Warta Kota
Kondisi rumah warga di Jalan Flamboyan, Gang Fatimah RT 1/1, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok yang rusak berat akibat bangunan rumah mereka terkikis air sungai yang melintasi belakang rumah mereka. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Sedikitnya 12 rumah milik warga Jalan Flamboyan, Gang Fatimah RT 1/1, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok rusak akibat bangunan rumah mereka terkikis air sungai yang mengalir di belakang rumah.

Sejumlah warga menyebutkan, tiga dari 12 rumah yang rusak diketahui mengalami kerusakan berat. Pasalnya, bagian belakang bangunan hancur hingga sebagian air masuk ke dalam rumah mereka.

"Ada 12 rumah yang kena; tiga rumah (di antaranya) rusak berat," kata Suyono, warga sekitar yang tinggal tak jauh dari lokasi rumah longsor, Rabu (13/12/2017).

Menurutnya, peristiwa ambruknya tembok bangunan rumah yang terkikis anak sungai Sugutamu itu terjadi pada Rabu pagi sekira pukul 08.00.

"Kejadiannya tiba-tiba, kayak banjir bandang. Sudah dilaporin sama RT ke pihak terkait. Tadi petugas juga sudah datang ke lokasi; ngangkatin material longsor yang nutup anak kali itu," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Manto Joghi, saat dimintai konfirmasi membenarkan peristiwa ini.

Manto mengaku sudah mendatangi lokasi kejadian dan melihat langsung kondisi rumah yang rusak akibat terkikis anak Kali Sugutamu.

"Saya sudah turun langsung untuk meninjau longsor di Gang Fatimah ini. Kejadian ini disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi sehingga tembok rumah warga ambruk akibat terkikis air dari anak Kali Sugutamu yang berada persis di bawahnya," katanya.

Menurutnya longsor sempat membuat anak Kali Sugutamu tertutup material longsoran, sehingga sebagian air mengalir keluar jalur dan masuk ke salah satu rumah milik warga.

"Tapi sudah dilakukan penanganan, seperti pengangkatan material longsor agar tidak menghalangi arus air. Selain itu, kami juga melakukan penumpukan pasir dalam karung agar air tidak masuk ke dalam rumah warga," kata Manto.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pihaknya juga akan menyediakan Satgas untuk melakukan pembuatan turap di lokasi longsor.

“Kami sudah sepakat dengan warga sekitar, dimana pemilik rumah yang menyediakan materialnya dan Satgas kami yang mengerjakan," kata Manto.

Diharapkan pengerjaan kata dia bisa dilakukan secepatnya sehingga cepat rampung. 'Supaya warga tidak lagi terganggu dengan kondisi rumah mereka yang terkikis air kali ini," kata Manto.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved