Home »

News

» Jakarta

BPOM Gerebek Gudang Penyimpanan Produk Pangan Impor di Kapuk Muara

"Produk yang ditemukan ... adalah ilegal karena masuk ke Indonesia ... tanpa izin edar," ujar Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito, Rabu (13/12).

BPOM Gerebek Gudang Penyimpanan Produk Pangan Impor di Kapuk Muara
Warta Kota
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Penny K. Lukito, Rabru (13/12/2017) tengah menjelaskan hasil temuan petugas BPOM sesuai penggerebekan yang dilakukan BPOM bersama aparat kepolisian terhadap gudang penyimpanan milik PT Mustika Boga Foodnindo di Kompleks Duta Harapan Indah, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Dalam penggerebekan itu petugas mengamankan sedikitnya 45 produk pangan impor dalam bentuk olahan beku dan pangan segar beku yang beredar tanpa izin, termasuk kosmetika yang izin edarnya telah dicabut. 

WARTA KOTA, PENJARINGAN -- Sebuah gudang penyimpanan milik PT Mustika Boga Foodnindo yang berada di Komplek Duta Harapan Indah, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara digerebek petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama aparat kepolisian.

Petugas mengamankan sedikitnya 45 produk pangan impor dalam bentuk olahan beku dan pangan segar beku yang beredar tanpa izin. Selain itu juga ditemukan produk kosmetika yang ijin edarnya telah dicabut.

"Produk yang ditemukan dari dalam gudang penyimpanan adalah ilegal karena masuk ke Indonesia dengan cara tanpa izin edar," ujar Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito, Rabu (13/12).

Penny mengatakan barang-barang tersebut dilabel ulang dan dikemas kembali agar mengelabui para calon pembeli. Selanjutnya barang-barang tersebut disajikan ke restoran dan hotel dalam kemasan kecil.

"Jadi barang-barang tersebut di-packing ulang tanpa tahu bagaimana kualitasnya, keamanannya, dan kadaluarsanya sehingga dipastikan tidak higienis," ujarnya.

Menurut Penny, nilai pangan impor yang berhasil diungkap dari gudang penyimpanan tersebut mencapai angka Rp 1,7 miliar. Sementara dari kosmetik ilegal yang ditemukan pihaknya, nilainya sebanyak Rp 600 juta.

"Razia ini merupakan bagian dalam rangka pengawasan dan penindakan elang natal dan tahun baru, kita akan melakukan intensifikasi di seluruh Indonesia," katanya.

Sementara itu pemilik gudang, Steven mengatakan barang-barang itu diperolehnya dari Singapura. Ia mengaku mengimpor barang ilegal tersebut melalui jalur laut dan udara. Khusus terkait kosmetik ilegal, Steven berkilah barang itu bukan miliknya melainkan titipan teman.

"Semua memang nggak ada izinnya, saya nekat usaha kayak begini. Kalau keuntungan, satu barang 10 persen, sebulan paling Rp 30 juta," ujar Steven.

Atas perbuatannya Steven dikenakan Pasal 139, 142 dan 143 UU Pangan No. 18 Tahun 2012 dengan ancaman pidana penjara kurungan maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar. (jhs)

Sent from my iPad
Balas Balas ke Semua Teruskan Lebih lanjut

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help