Banjir Jakarta

Tak Hanya Drainase, Genangan di Sekitar Jakarta Timur Akibat Proyek Pembangunan

Beberapa hari ini Jakarta diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, bahkan akibat hujan tersebut beberapa kawasan tergenang.

Tak Hanya Drainase, Genangan di Sekitar Jakarta Timur Akibat Proyek Pembangunan
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Hujan yang melanda wilayah Jakarta Timur pada Selasa (12/12/2017) sore, membuat beberapa titik genangan. 

WARTA KOTA, PULOGADUNG - Beberapa hari ini Jakarta diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, bahkan akibat hujan tersebut beberapa kawasan tergenang.

Namun faktor terjadinya genangan tidak hanya permasalahn drainase saja, tapi banyak yang mengklaim, proyek pembangunan menjadi faktor utaman.

Seperti yang dikatakan oleh Kepala Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur Mustajab.

Ia mengatakan bahwa penyebab utama banyaknya genangan air yang muncul di Jakarta Timur lantaran pembangunan Light Rail Transit (LRT) dan Becakayu.

Dua proyek itu dinilai memberikan kontribusi paling besar menciptakan genangan air di sejumlah jalan protokol.

"Kalau dulu kan di Wika yang menjadi pantauan kami. Justru, perhatian utama sekarang malah di daerah Kebon Nanas yang menjadi proyek LRT," kata Mustajab ketika dikonfirmasi, Selasa (12/12/2017).

Untuk mengatasi genangan tersebut pihaknya mengaku telah menerjunkan tim satuan tugas untuk menangani genangan air supaya tidak meluas.

Kurang lebih 60 anggota yang tersebar di 10 kecamatan. Sejumlah petugas saat ini masih difokuskan untuk menangani genangan air yang terjadi akibat pembangunan proyek LRT dan Becakayu.

Menurutnya, pihaknya telah meminta kepada petugasnya untuk mengatasi drainase sepanjang proyek LRT dan Becakayu.

"Kami juga sudah menyiapkan peralatan yang disiapka. Seperti alat berat 15 unit, dumptruck 23 unit, breaker 5 unit," katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap sejumlah lokasi underpass di Jakarta Timur. Salah satunya yakni underpass di Jalan DI Panjaitan, Cawang.

Di lokasi tersebut ia mengaku sudah menempatkan enam pompa yang sudah dalam kondisi siap beroperasi. Menurutnya, enam pompa ini dapat menyedot air dengan durasi waktu yang cukup cepat.

"Tapi kami berharap kalau hujan pengguna jalan agar tidak meneduh di underpass. Karena ini menyangkut keselamatan warga juga," katanya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved