Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Gadis yang Diduga Dibunuh Kekasihnya

Keluarga tidak menyangka, anak pertama dari dua bersaudara ini meregang nyawa dengan cara tragis.

Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Gadis yang Diduga Dibunuh Kekasihnya
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Jenazah Mashita Octavia (17) tiba di rumah duka, Pondok Ungu Permai (PUP) Sektor V Blok H 2 Nomor 22 RT 05/34, Desa Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (9/12) petang. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Isak tangis keluarga pecah menyambut kedatangan jenazah Mashita Octavia (17) di rumah duka, Pondok Ungu Permai (PUP) Sektor V Blok H 2 Nomor 22 RT 05/34, Desa Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (9/12) petang.

Keluarga tidak menyangka, anak pertama dari dua bersaudara ini meregang nyawa dengan cara tragis.

Mashita ditemukan oleh sang kakek, Sanusi (65) telah tergeletak bersimbah darah di depan gerbang Perumahan Alinda Kencana I, Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi pada Sabtu (9/12) pukul 01.30.

Mashita Octavia (17) tergeletak bersimbah darah di depan gerbang Perumahan Alinda Kencana I, Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi pada Sabtu (9/12) pukul 01.30.
Mashita Octavia (17) tergeletak bersimbah darah di depan gerbang Perumahan Alinda Kencana I, Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi pada Sabtu (9/12) pukul 01.30. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Sanusi menyusul cucu kesayangannya itu karena mendapat telepon, bahwa peredam kejut (shock breaker) sepeda motor yang ditumpangi korban telah patah.

"Saat istirahat di rumah, cucu saya nelpon kasih kabar bahwa sepeda motornya rusak dan minta disusul," kata Sanusi saat ditemui di rumah duka pada Sabtu (9/12) petang.

Dengan tergesa-gesa, Sanusi kemudian menyusul Mashita menggunakan sepeda motor.

Sekitar 20 menit menempuh perjalanan, tiba-tiba batinnya terasa berat saat melihat kerumunan orang di titik yang menjadi lokasi penjemputan sang cucu.

"Saat saya tengok, rupanya cucu saya sudah tergeletak dengan luka yang cukup parah di bagian badan," ujar Sanusi.

Dibantu warga sekitar, Sanusi kemudian membawa Mashita ke rumah sakit terdekat. Namun sayang, Mashita sudah meregang nyawa di lokasi kejadian karena mengalami luka yang sakit parah di bagian leher dan perut.

Jenazah Mashita Octavia (17) tiba di rumah duka, Pondok Ungu Permai (PUP) Sektor V Blok H 2 Nomor 22 RT 05/34, Desa Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (9/12) petang.
Jenazah Mashita Octavia (17) tiba di rumah duka, Pondok Ungu Permai (PUP) Sektor V Blok H 2 Nomor 22 RT 05/34, Desa Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (9/12) petang. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Pihak rumah sakit, lalu melaporkan kejadian ini ke petugas kepolisian setempat. Sementara jenazah Mashita dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk diotopsi.

Halaman
1234
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help