WartaKota/

Peneliti CSIS: Gatot Nurmantyo Populer karena Menjadi Panglima TNI

Menurut Kristiadi, partai politik tentu akan mendahulukan kadernya sendiri untuk dijadikan pemimpin dalam setiap konstestasi pesta demokrasi

Peneliti CSIS: Gatot Nurmantyo Populer karena Menjadi Panglima TNI
TRIBUNNEWS/WAHYU AJI
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama prajurit Kopassus di Gedung Balai Komando, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (11/1/2017). 

WARTA KOTA, TANAH ABANG - Peneliti senior CSIS J Kristiadi menilai, peluang Jenderal Gatot Nurmantyo untuk ‎berkarier di politik setelah tak menjabat sebagai Panglima TNI, tidak terbuka begitu saja.

Sebab, hingga saat ini belum ada satu pun partai politik yang meminang Gatot.

Menurut Kristiadi, Gatot populer saat menjabat sebagai Panglima TNI, dan setelah purnawirawan belum tentu hal yang sama akan dialami jenderal bintang empat itu.

Sebab, parpol tentu akan menimbang Gatot ‎setelah tak memiliki jabatan sebagai Panglima TNI.

"Dia (Gatot) populer karena menjadi Panglima. Tapi setelah bukan Panglima, pasti ada yang mempertanyakan, siapa dia?" kata Kristiadi di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Baca: Kepala Satpol PP DKI Minta Ombudsman Tunjukkan Video Rekaman Dugaan Pungli Anggotanya

‎Menurut Kristiadi, partai politik tentu akan mendahulukan kadernya sendiri untuk dijadikan pemimpin dalam setiap konstestasi pesta demokrasi.

Karena, apabila parpol mengangkat orang luar yang bukan kader, maka akan menimbulkan polemik di internal.

"‎Partai akan memikirkan kadernya sendiri. Kalau angkat seseorang yang menjadi (calon pemimpin) akan kontroversi. Dan itu akan menjadi pertanyaan," ulasnya.

Namun, jika ada parpol secara terang-terangan menawari Gatot masuk bagian dari partai, maka peluang berkarier di politik akan berbeda.

"Tapi kemungkinan ada (parpol) yang menawari, bisa saja terjadi," ujarnya. (*)

Penulis: M Zulfikar
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help