Mantan Pasien Difteri di Bekasi Menderita Tidak Bisa Makan

Mereka sangat menderita dengan penyakit mematikan itu. Kerongkongan sakit sekali sampai tidak nafsu makan.

Mantan Pasien Difteri di Bekasi Menderita Tidak Bisa Makan
www.huffingtonpost.co.uk
Ilustrasi penderitaan pasien difteri. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Mantan pasien difteri di Kota Bekasi mengaku, sangat menderita dengan penyakit mematikan itu.

Sebab, selama sembilan hari, dia kesulitan menyantap hidangan karena bagian kerongkongan sakit bila menelan makanan.

"Kerongkongan sakit sekali sampai tidak nafsu makan," ujar Nur Indah (23) warga Gang Warung Jambu Graha Indah RT 01/10, Jakamulya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Jumat (8/12/2017).

Indah menjelaskan, penyakit ini dia rasakan pada bulan Oktober lalu. Tiba-tiba kerongkongannya sakit dan bagian permukaannya berubah menjadi warna putih.

Awalnya dia mengira sakit sariawan, sehingga hanya mengonsumsi obat warung. Namun sehari kemudian, terdapat benjolan kecil di bagian leher.

Khawatir penyakit itu merenggut sang istri, Ali Mujahit (23) suami Indah langsung membawanya ke puskesmas di dekat rumahnya. Saat itu terdapat dua penyakit yang didiagnosa dokter, yakni sariawan dan difteri.

Dokter kemudian menyarankan agar Indah mendapat perawatan di rumah sakit karena peralatannya lebih lengkap. Saat itu juga, dia dirujuk ke Rumah Sakit Hermina, Jalan Kemakmuran, Bekasi Selatan.

Dokter jaga di instalasi gawat darurat (IGD) yang memeriksanya menduga Indah menderita sakit difteri. Namun untuk meyakinkan penyakit itu, dokter mengambil sampel bercak putih di bagian kerongkongan untuk diuji di laboratorium. "Saat dicek, hasilnya positif difteri," katanya.

Mengetahui penyakit itu, sepasang suami-istri ini terkejut. Ali kemudian meminta agar sang istri dipindahkan ke Rumah Sakit Hermina Galaxy karena lebih dekat dengan rumahnya. "Saat itu juga istri saya dipindahkan ke sana untuk dirawat," kata Ali.

Menurut Ali, selama enam hari sang istri dirawat di rumah sakit itu. Petugas Dinas Kesehatan Kota Bekasi juga turut memantau perkembangan Indah di rumah sakit. Bahkan Ali dan anak sulungnya dikasih obat supaya tidak tertular penyakit itu.

"Katanya, penyakit ini menular lewat udara, makanya saya dan anak disuruh minum obat dari Dinas Kesehatan," ujar Ali.

Ali menambahkan, selama enam hari menjalani perawatan di rumah sakit, kondisi Indah kian membaik dan dibolehkan pulang ke rumah. Namun selama tiga hari berobat jalan, Indah terus mengonsumsi obat yang dikasih Dinas Kesehatan.

"Alhamdulillah sekarang istri saya sudah sembuh total," kata pria yang bekerja sebagai petugas keamanan ini.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved