WartaKota/
Home »

Depok

Empat Warga Depok Positif Mengidap Difteri, Satu Orang Meninggal

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menemukan ada 12 orang yang diduga mengidap penyakit difteri, sejak sebulan lalu.

Empat Warga Depok Positif Mengidap Difteri, Satu Orang Meninggal
Tribun Batam
ILUSTRASI 

WARTA KOTA, DEPOK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menemukan ada 12 orang yang diduga mengidap penyakit difteri, sejak sebulan lalu. Empat diantaranya positif, dan delapan lainnya dinyatakan negatif.

Namun, dari empat pasien yang positif, satu orang telah meninggal dunia pada pekan lalu. Hal itu dikatakan Kepala Dinkes Depok, Lies Karmawati kepada wartawan, Kamis (7/12/2017).

"Dari empat kasus yang positif, salah seorang diketahui meninggal dunia seminggu lalu. Yang meninggal adalah anak atau warga Cilodong," katanya.

Baca: Tok! Banggar DPRD Sahkan RAPBD DKI Jakarta 2018 Rp 77,117 Triliun

Kasus penyakit difteri di Depok, kata Lies, saat ini ditemui di Kecamatan Cilodong, Tapos dan Sukmajaya.

"Kebanyakan kasus terjadi terhadap anak-anak yang tidak diimunisasi. Kalau diberikan pun, kemungkinan imunisasinya tidak lengkap," ujar Lies.

Untuk mencegah penyebarannya, papar Lies, pihaknya sudah mengambil langkah antisipasi, di antaranya dengan mengintensifkan sosialisasi dan menggalakkan imunisasi. Dinkes Depok, kata dia, akan melakukan outbreak response immunization (ORI).

Baca: Jokowi: Kita Ini Dijadikan Contoh, Mereka Kagum

“Jadi, mulai Senin, 11 Desember 2017, sudah harus melakukan imunisasi DPT (difteri, pertusis, tetanus) untuk semua anak usia di bawah 19 tahun di Depok," tutur Lies.

Menurut Lies, penyebaran wabah difteri bisa lewat udara dan kontak langsung dengan penderita.

"Sehingga, perlu dilakukan imunisasi secara rutin kepada anak-anak yang rentan terkena. Rencananya imunisasi dilakukan tiga kali, yaitu pada Desember 2017, Januari 2018, dan Juli 2018," beber Lies.

Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. (*)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help