WartaKota/

Korupsi KTP Elektronik

Yakin Pasti Menang, Basaria Panjaitan: Pasti Tidak Ada Celah untuk KPK Kalah di Praperadilan Itu

Di praperadilan pertama, sidang dipimpin hakim tunggal, Cepi Iskandar.

Yakin Pasti Menang, Basaria Panjaitan: Pasti Tidak Ada Celah untuk KPK Kalah di Praperadilan Itu
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menggelar konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Tegal, Rabu (30/8/2017). 

WARTA KOTA, GROGOL - Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan mempersilakan tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (SN), menempuh upaya hukum praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Basaria merasa optimistis memenangkan praperadilan yang dipimpin hakim tunggal Kusno itu. Menurut dia, tidak ada celah yang dapat dimanfaatkan SN dan penasihat hukumnya, untuk mengalahkan KPK.

"Kalau praperadilan silakan saja, karena kami yakin pasti menang. Pasti tidak ada celah untuk KPK kalah di praperadilan itu," ujar Basaria, ditemui di acara Seminar Peran Aktif Perguruan Tinggi dalam Mengawal Pemberantasan Korupsi di Hotel Ciputra, Kamis (7/12/2017).

Baca: Sidang Praperadilan Setya Novanto Jilid Dua Dimulai Hari Ini, Fredrich Yunadi: Doakan Bisa Menang

Ini merupakan praperadilan kedua yang diajukan SN di PN Jakarta Selatan. Di praperadilan pertama, sidang dipimpin hakim tunggal, Cepi Iskandar. Ketika itu, SN lolos dari status tersangka setelah hakim menerima gugatan itu.

Saat ini, pihak KPK sudah menuntaskan tugas menyelesaikan berkas, hingga dinyatakan lengkap atau P21. Dengan alasan menghormati panggilan hakim, meskipun sudah menyelesaikan berkas, komisi anti-rasuah itu tetap memberikan kesempatan kepada SN melakukan upaya praperadilan.

Namun, Basaria tidak mau menjawab saat ditanya apakah mempercepat proses pemberkasan dan melimpahkan berkas, termasuk bagian dari strategi KPK menghadapi praperadilan SN.

"Kami yakin untuk itu. Kami yakin pasti menang kalau ini diteruskan. Mudah-mudahan tidak diteruskan. Strategi atau tidak strategi tidak perlu saya jawab ya, yang pasti berkas sudah mencukupi. Untuk apa ditahan tahan, langsung kami berikan," paparnya. (*)

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help