WartaKota/

Wisata Birdwatching Potensial Gaet Wisatawan Mancanegara Datang ke Indonesia

Wisata birdwatching atau pengamatan burung di habitatnya di luar ruangan, berpotensi besar dalam menggaet wisatawan datang ke Indonesia.

Wisata Birdwatching Potensial Gaet Wisatawan Mancanegara Datang ke Indonesia
Istimewa
Ketua Umum IAS Asgar H Sjarfi, dan Ferry Hasudungan, Biodiversity Conservation Specialist Burung Indonesia, dalam seminar lingkungan beberapa waktu lalu. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Ikatan Alumni Sabhawana (IAS) atau alumni organisasi pecinta alam SMAN 3 Jakarta, terus mengkampanyekan kepedulian terhadap keseimbangan alam, lingkungan, dan ekosistem di dalamnya.

Apalagi saat ini wisata berwawasan lingkungan, yang biasa disebut ekowisata atau ekoturisme, sudah makin populer dan kian diminati masyarakat perkotaan.

Karenanya ini adalah momen tepat pula untuk mempopulerkan wisata birdwatching atau pengamatan burung di habitatnya di luar ruangan, yang berpotensi besar dalam menggaet wisatawan datang ke Indonesia.

Sebab Indonesia memiliki kekayaan fauna jenis burung, yang sangat beragam dan cukup unik serta menarik.

Selain itu wisata birdwatching juga dianggap cukup simpel, dan bisa juga dilakukan di sekitar kita atau bahkan di tengah atau di pinggiran kota sekalipun.

Ketua Umum IAS Asgar H Sjarfi, mengatakan karena itulah pihaknya mengajak masyarakat untuk lebih mengenal wisata birdwatching yang secara filsofi akan menggugah kesadaran untuk lebih merawat lingkungan, menjaga dan mencintai alam serta isinya.

"Karena menjaga alam itu tidak harus ke hutan. Tapi bisa dimulai dengan apa yang ada di sekeliling kita. Dan birdwatching jelas merupakan kegiatan yang mendukung gagasan tentang ramah lingkungan," kata Asgar dalam pernyataannya yang diterima Warta Kota, Rabu (6/12/2017) malam.

Dengan birdwatching, dimana burung tidak dipenjara dalam kandang, otomatis turut melindungi kelestariannya dan keseimbangan ekosistem.

Sehingga kita akan sadar untuk tidak merusak pohon hijau yang ada di tengah kota demi kehidupan burung.

"Dan akhirnya kita tetap masih dapat menghirup udara segar dan wajib melestarikannya bersama-sama," kata dia.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help